Ikan Asap Pasuruan Bersiap Naik Kelas: Program Pengabdia UPN Veteran Jatim Perkuat Aspek Teknologi,

radar bromo • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:32 WIB
Dokumentasi Kunjungan Pertama
Dokumentasi Kunjungan Pertama

PASURUAN — Potensi besar sektor perikanan di Pasuruan tidak hanya terletak pada budidaya ikan, tetapi juga pada peluang menciptakan nilai tambah melalui produk olahan. Salah satunya dikembangkan oleh Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Mandiri Bersatu di Kelurahan Tambaan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, yang sejak 2021 mengembangkan usaha budidaya dan pengolahan ikan lele asap.

Upaya meningkatkan daya saing usaha tersebut mendapat dukungan dari Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur melalui program “Penguatan Kapasitas Kelompok Usaha Ikan Asap Pasuruan melalui Visual Branding Etis Berbasis Digital dan Penerapan Standar Pangan Halal.”

Program yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2026 ini diketuai oleh Arum Indiharwati, S.S.T., M.SEI. dari Program Studi Ekonomi Pembangunan, bersama Dr. Hadi Munarko, S.TP., M.Si. dari bidang Teknologi Pangan dan Dr. Musyaroh, S.T.P., M.T. dari bidang Teknik Mesin. Pendampingan diarahkan untuk menjawab persoalan usaha secara terpadu, mulai dari produksi, keamanan dan kehalalan pangan, pengemasan dan pemasaran, hingga pengelolaan usaha.

Berangkat dari Kondisi Riil Mitra

Hasil survei dan pengumpulan data awal menunjukkan bahwa proses produksi lele asap KUBE Mandiri Bersatu masih menghadapi sejumlah keterbatasan.

Proses pengasapan selama ini menggunakan peralatan sederhana berupa drum yang belum memenuhi prinsip food grade. Pengaturan suhu dan waktu juga masih dilakukan secara manual. Data awal menunjukkan alat yang digunakan memiliki kapasitas sekitar 7 kilogram dalam satu proses pengasapan dengan waktu sekitar tiga jam.

Anggota tim pengabdian teknik mesin melakukan survey alat
Anggota tim pengabdian teknik mesin melakukan survey alat 

Pada sisi pemasaran, produk masih dipasarkan terutama di lingkungan lokal dan melalui komunikasi langsung maupun WhatsApp. Kemasan yang digunakan juga masih sederhana dan belum didukung identitas visual merek yang kuat. Sementara itu, penggunaan media sosial sebagai sarana pemasaran usaha belum dilakukan secara optimal.

Kondisi tersebut menjadi dasar bagi tim UPN Veteran Jawa Timur untuk merancang intervensi yang tidak sekadar memberikan peralatan, tetapi juga membangun kemampuan mitra dalam mengelola teknologi dan usaha secara mandiri.

Alat Pengasapan Food Grade Sedang Dikembangkan

Salah satu inovasi utama program adalah pengembangan alat pengasapan ikan berbahan food grade sebagai pengganti alat tradisional yang selama ini digunakan mitra.

Pada tahap laporan kemajuan, alat tersebut masih berada dalam proses fabrikasi. Setelah selesai, tim akan melakukan serah terima, uji fungsi, demonstrasi penggunaan, serta pendampingan operasional bersama anggota KUBE Mandiri Bersatu.

Teknologi baru ini nantinya akan dipadukan dengan perangkat standar produksi berupa Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan pangan, sanitasi, dan penerapan prinsip halal. SOP sedang memasuki tahap finalisasi dan selanjutnya akan digunakan dalam pelatihan dan pendampingan kepada mitra.

Teknologi tidak cukup hanya diberikan dalam bentuk alat. Yang juga penting adalah memastikan mitra memahami bagaimana menggunakannya secara aman, konsisten, dan sesuai standar pangan,” jelas Arum.

Perkembangan penting lainnya adalah telah terbitnya sertifikat halal untuk produk Asapan Ikan Lele Khas Rusunawa Tambaan pada 8 Mei 2026. Dengan capaian tersebut, pendampingan pada aspek halal kemudian diarahkan pada penguatan konsistensi proses produksi, higiene dan sanitasi, dokumentasi bahan, serta penerapan SOP agar jaminan produk halal dapat terus dipertahankan.

Kemasan dan Visual Branding Mulai Berubah

Transformasi juga mulai dilakukan pada sisi hilir. Tim bersama mitra mengembangkan identitas visual dan desain kemasan baru untuk membuat ikan lele asap tampil lebih representatif dan memiliki identitas produk yang lebih kuat.

Berdasarkan hasil diskusi bersama mitra, konsep visual yang dikembangkan antara lain menonjolkan karakter “Rasa Asap Khas” sebagai salah satu keunggulan produk. Desain kemasan telah memasuki tahap finalisasi dan selanjutnya akan dipadukan dengan teknologi pengemasan yang lebih baik.

Sebagian peralatan pendukung pengemasan juga telah diadakan dan diperkenalkan kepada mitra. Anggota KUBE telah terlibat dalam uji coba awal penggunaan sealer untuk melihat kesesuaian bahan kemasan, kemudahan penggunaan, serta tampilan produk setelah proses penyegelan.

Keterlibatan mitra sejak tahap awal menjadi bagian penting dalam program. Mitra tidak hanya menjadi penerima teknologi, tetapi ikut memberikan masukan terhadap kebutuhan alat, desain kemasan, hingga penerapan teknologi yang sesuai dengan kondisi usaha sehari-hari.

 

Siapkan Mitra Masuk Pemasaran Digital

Selain teknologi produksi dan kemasan, tim pengabdian telah menyelesaikan Modul Praktis Visual Branding dan Fotografi Produk untuk UMKM sebagai perangkat pembelajaran bagi mitra.

Modul tersebut memuat materi praktis mulai dari fotografi produk menggunakan telepon pintar, penataan produk, penyuntingan foto melalui perangkat seluler, pengembangan feed dan katalog, copywriting, penyusunan kalender konten, hingga pemasaran melalui media sosial.

Pendampingan ini juga membawa pendekatan visual branding yang menekankan komunikasi promosi secara etis. Produk tidak hanya dituntut tampil menarik, tetapi juga harus menyampaikan informasi secara jujur, mudah dipahami konsumen, dan tidak menimbulkan persepsi yang menyesatkan.

Visual branding bukan hanya persoalan membuat produk terlihat menarik. Identitas produk juga perlu dibangun berdasarkan kejujuran informasi, kualitas produk, dan kepercayaan konsumen,” kata Arum.

Pada tahap laporan kemajuan, perangkat dan materi pendampingan sudah disiapkan, sementara pelatihan pemasaran digital secara terstruktur masih akan dilaksanakan pada tahapan berikutnya.

Sosialisasi standard keamanan pangan dan branding etis
Sosialisasi standard keamanan pangan dan branding etis

Bertahap Menuju Usaha yang Lebih Mandiri

Program pengabdian ini dilaksanakan melalui tahapan yang berkelanjutan. Setelah tahap persiapan, sosialisasi, dan pengumpulan data awal selesai, program kini memasuki pengembangan perangkat, pengadaan, dan penerapan awal teknologi. 

Tahap berikutnya akan dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan penggunaan alat pengasapan, penerapan SOP keamanan pangan dan halal, visual branding dan fotografi produk, pemasaran digital, serta pencatatan keuangan usaha.

Tim juga akan melakukan evaluasi before-after untuk melihat perubahan pada kualitas dan produktivitas produksi, kemampuan pemasaran, penggunaan teknologi, serta pengelolaan usaha. Karena proses tersebut masih berjalan, peningkatan omzet, perluasan pasar, maupun kenaikan kapasitas produksi belum dinyatakan sebagai dampak akhir program pada tahap ini.

Pendekatan bertahap tersebut diharapkan membuat teknologi dan pengetahuan yang diperkenalkan tidak berhenti setelah program berakhir, tetapi benar-benar menjadi bagian dari praktik usaha KUBE Mandiri Bersatu.

Melalui sinergi teknologi tepat guna, keamanan dan kehalalan pangan, pengemasan, visual branding etis, pemasaran digital, dan penguatan manajemen usaha, KUBE Mandiri Bersatu diharapkan semakin siap meningkatkan daya saing produk ikan asap sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir Kota Pasuruan.

Program ini sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Penulis: Arum Indiharwati, S.ST., M.SEI., Dr. Hadi Munarko, S.TP., M.Si., Dr. Musyaroh, S.T.P., M.T.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
Pengabdian Kemitraan Masyarakat Kampus Berdampak UPN Veteran Jawa Timur IkanAsap umkm