Sulap Ruang Diorama Gedung Arsip Sekargadung Kota Pasuruan Jadi Sarana Edukasi

Fahrizal Firmani • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:36 WIB
EDUKASI SEJARAH: Sejumlah siswa sekolah saat menyaksikan tayangan film dokumenter tentang sejarah Kota Pasuruan di ruang diorama gedung depo arsip Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Purworejo. (Disperpusip Kota Pasuruan for Radar Bromo)
EDUKASI SEJARAH: Sejumlah siswa sekolah saat menyaksikan tayangan film dokumenter tentang sejarah Kota Pasuruan di ruang diorama gedung depo arsip Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Purworejo. (Disperpusip Kota Pasuruan for Radar Bromo)

PURWOREJO, Radar Bromo - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Pasuruan, terus berinovasi untuk mendongkrak angka kunjungan ke gedung depo arsip di Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.

Langkah terbaru yang diambil, adalah dengan memfungsikan ruang diorama.

Sejak sebulan terakhir, ruang tersebut dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.

Fasilitas baru yang bertempat di gedung depo sisi barat ini, memanfaatkan media audio visual untuk mengenalkan sejarah lokal.

Dalam pelaksanaannya, Disperpusip merangkul sejumlah sekolah di wilayah Kota Pasuruan, agar para siswa dapat belajar dengan suasana yang lebih interaktif.

Kepala Disperpusip Kota Pasuruan, Mahbub Effendi, menjelaskan ruang diorama ini sudah aktif digunakan sejak Juli lalu.

Kehadiran ruang ini, menjadi angin segar agar pilihan kegiatan edukasi bagi siswa yang berkunjung ke perpustakaan, menjadi lebih bervariasi.

"Sebelumnya, siswa yang datang ke perpustakaan, hanya berkeliling ke sejumlah ruang literasi. Sekarang, jujukan siswa semakin bervariasi," ungkap Mahbub.

Melalui fasilitas ini, para siswa dapat menyaksikan linimasa sejarah Kota Pasuruan, yang bersumber dari arsip resmi pemerintah daerah. Kisah sejarah itu kemudian diputar menggunakan proyektor.

Tidak sekadar menonton film, para siswa juga diberikan ruang untuk mengulik sejarah lebih dalam, lewat sesi tanya jawab interaktif yang dilanjutkan dengan tur keliling ke ruang arsip.

Kendati demikian, Mahbub mengakui, fasilitas penunjang di dalam ruang diorama tersebut, saat ini masih memiliki keterbatasan.

Pihaknya berkomitmen, untuk melengkapi fasilitas tersebut secara bertahap, demi kenyamanan pengunjung.

Beberapa rencana peningkatan fasilitas di antaranya mencakup pemasangan pendingin ruangan (AC), pembenahan sound system, hingga pengadaan perangkat home theater agar atmosfer diorama terasa lebih hidup.

"Saat ini kami maksimalkan fasilitas yang dimiliki terlebih dahulu. Yang terpenting, siswa sekarang bisa belajar mengenai sejarah Pasuruan, dengan cara yang berbeda dan menyenangkan lewat tampilan film," beber Mahbub. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
arsip sejarah edukasi pelajar perpustakaan