PEMERINTAH Kabupaten Pasuruan terus menepis anggapan bahwa efisiensi anggaran, akan melumpuhkan pembangunan daerah.
Di bawah kepemimpinan Bupati M Rusdi Sutejo, Pemkab Pasuruan justru melakukan lompatan besar, terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pasuruan.
Salah satunya, dengan meresmikan pengoperasian 385 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) berbasis Smart System di sepanjang jalan protokol Bangil hingga Sukorejo.
Proyek strategis yang menelan anggaran APBD 2026 sebesar Rp 11 miliar ini, menjadi bukti bahwa keterbatasan fiskal, tidak menghalangi pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik yang premium.
Program inovatif ini, merupakan kelanjutan dari proyek serupa pada tahun 2025 lalu.

Pada tahun sebelumnya, Pemkab Pasuruan telah sukses memasang 700 titik PJU Smart System di tiga koridor utama.
Yakni ruas Bangil–Pandaan, Durensewu–Prigen, dan Gondangwetan–Winongan.
Dengan rampungnyaasan baru tahun ini, akumulasi lampu jalan cerdas terintegrasi di Kabupaten Pasuruan, kini telah menembus lebih dari 1.000 titik.
Berbeda dengan lampu konvensional, PJU Smart System ini dapat dikontrol secara otomatis dan dipantau kinerjanya secara real-time melalui pusat kendali komputer di dinas terkait.
Bupati Pasuruan M Rusdi Sutejo menegaskan, pemilihan ruas Bangil–Sukorejo merupakan langkah taktis, untuk mengamankan jalur nadi ekonomi kabupaten, yang selama ini rawan aksi kejahatan jalanan dan kecelakaan lalu lintas akibat minimnya penerangan.
"Efisiensi anggaran bukan alasan, untuk membiarkan masyarakat kita beraktivitas dalam gelap dan bahaya. Jalur Bangil-Sukorejo ini vital. Dengan PJU Smart System, jika ada lampu yang mati, sistem langsung mendeteksi secara otomatis tanpa menunggu laporan warga. Ini memberikan rasa aman ganda, mengurangi risiko kriminalitas jalanan dan menekan angka kecelakaan di malam hari," ujar Mas Rusdi-sapaannya.
Mas Rusdi menambahkan, investasi Rp 11 miliar ini, merupakan bentuk penghematan jangka panjang.
Melalui teknologi LED cerdas yang dayanya bisa meredup secara otomatis saat lalu lintas sepi di dini hari, Pemkab Pasuruan diproyeksikan mampu memangkas tagihan listrik daerah hingga 30 hingga 40 persen per tahun.
Siasat Efisiensi Mas Rusdi, Dahulukan Jalan, Air Bersih hingga Ruang Kelas untuk Warga Pasuruan
Komitmen untuk mendahulukan urusan wajib pelayanan dasar terus didengungkan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Berbagai sumber pendanaan dimaksimalkan, untuk menuntaskan pembangunan fasilitas publik, yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak.
Sepanjang tahun 2026 ini, Pemkab Pasuruan melakukan perbaikan infrastruktur di sejumlah sektor.
Mulai dari pemeliharaan jalan kabupaten, perluasan jaringan pipa air bersih hingga rehabilitasi ruang kelas.
Mengoptimalkan perpaduan dana transfer pusat seperti DAK, DAU, hingga Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Pemkab Pasuruan mencanangkan pengerjaan pemeliharaan jalan kabupaten, untuk mempertahankan target persentase kelayakan jalan mantap di angka 78,92 persen atau sepanjang 1.697,4 kilometer.
Di saat yang sama, proyek pipanisasi air bersih terus dikebut di wilayah-wilayah rawan kekeringan, mendampingi program perbaikan ruang kelas sekolah dasar (SD) yang rusak demi menjamin kenyamanan belajar anak-anak di Kabupaten Pasuruan.
Bupati Pasuruan M Rusdi Sutejo mengungkapkan, strategi pembangunan tahun ini mengusung prinsip keadilan sosial di tengah pengetatan ikat pinggang anggaran belanja daerah.
Pihaknya dengan tegas menyortir dan menunda proyek-proyek seremonial, demi mengamankan kebutuhan riil masyarakat di desa-desa.
"Kita sedang efisiensi, makanya urutan prioritasnya harus jelas. Jalan kabupaten yang lubang harus ditambal agar mobilitas ekonomi warga tidak terganggu, pipa air bersih dipasang ke rumah-rumah warga agar saat kemarau tidak kesulitan air, dan sekolah yang rusak wajib diperbaiki karena menyangkut keselamatan anak-anak kita belajar," tegas Mas Rusdi-sapaannya.
Bupati menambahkan, pembangunan infrastruktur dasar ini bertujuan jangka Panjang.
Tujuannya, untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan dan meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM).
Menurutnya, konektivitas jalan yang baik, akses sanitasi/air bersih yang sehat, dan gedung sekolah yang layak, adalah modal utama bagi masyarakat Pasuruan untuk bisa mandiri dan berdaya saing. (one)
PJU Smart System
· 1.085 Titik – Total akumulasi PJU pintar di Pasuruan.
· 385 Titik Baru – Terpasang di ruas protokol Bangil–Sukorejo (2026).
· Rp 11 Miliar – Alokasi anggaran APBD 2026.
· 30% – 40% – Proyeksi hemat tagihan listrik daerah per tahun.
REKAM JEJAK PROYEK
· Tahun 2025 (700 Titik): Ruas Bangil–Pandaan, Durensewu–Prigen, Gondangwetan–Winongan.
· Tahun 2026 (385 Titik): Ruas utama Bangil–Sukorejo.
KEUNGGULAN SMART SYSTEM
· Deteksi Otomatis: Lampu mati terlacak real-time di komputer dinas tanpa laporan warga.
· Daya Adaptif: Lampu meredup otomatis saat dini hari sepi kendaraan untuk hemat energi.
· Kontrol Terpusat: Pengoperasian jarak jauh lewat pusat kendali digital.
MANFAAT UNTUK WARGA
· Menekan angka kriminalitas jalanan malam hari.
· Mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.
· Mengamankan jalur nadi ekonomi antar-kecamatan.
Editor : Jawanto Arifin