BMKG Beri Kabar Baik Bagi Nelayan, Sebut Gelombang Perairan Pasuruan Diprediksi Masih Landai, Aman untuk Melaut

Fuad Alyzen • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 14:14 WIB
BERSANDAR: Deretan perahu nelayan tradisional yang terparkir rapi di tepi pantai wilayah pesisir Pasuruan menjadi pemandangan harian warga setempat. (Dokumen Radar Bromo)
BERSANDAR: Deretan perahu nelayan tradisional yang terparkir rapi di tepi pantai wilayah pesisir Pasuruan menjadi pemandangan harian warga setempat. (Dokumen Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo - Kondisi perairan Pasuruan diprakirakan masih relatif landai dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan informasi, tinggi gelombang Jawa Timur yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, berada di bawah satu meter hingga 21 Agustus 2026.

Pada Senin (17/8), tinggi gelombang di Perairan Pasuruan diprakirakan sekitar 0,52 meter.

Kemudian pada Selasa (18/8), gelombang berkisar 0,58–0,70 meter.

Ketinggian gelombang diprediksi mencapai 0,66–0,88 meter pada Rabu (19/8).

Sementara Kamis (20/8), berada di kisaran 0,66–0,76 meter. Sedangkan Jumat (21/8), gelombang diprakirakan sekitar 0,67–0,77 meter.

Dengan kondisi tersebut, perairan Pasuruan masih tergolong relatif rendah dibandingkan sejumlah wilayah perairan selatan Jawa Timur.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi, mengatakan, kondisi gelombang di perairan Pasuruan secara umum, masih cukup kondusif.

Namun, nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di laut, tetap diminta tidak mengabaikan perkembangan cuaca.

"Untuk wilayah Perairan Pasuruan, tinggi gelombang masih tergolong rendah, karena berada di bawah satu meter. Meski demikian, nelayan maupun pelaku pelayaran tetap perlu memantau perkembangan cuaca, sebelum beraktivitas di laut," ujar Rendy.

Menurut dia, kondisi laut dapat berubah sewaktu-waktu, apabila terjadi perubahan cuaca di sekitar wilayah perairan.

Terutama ketika terdapat pertumbuhan awan cumulonimbus (Cb) yang luas dan gelap. Kondisi tersebut dapat memicu peningkatan kecepatan angin sekaligus tinggi gelombang.

"Keberadaan awan cumulonimbus yang luas dan gelap, bisa menambah kecepatan angin dan tinggi gelombang. Karena itu, masyarakat pesisir dan nelayan tetap harus memperhatikan informasi cuaca maritim terbaru," jelasnya. (zen/one)

Editor : Jawanto Arifin
bmkg gelombang laut nelayan ombak angin kencang