PASURUAN, Radar Bromo-Langkah Pemkot Pasuruan mengusulkan warisan budaya sebagai warisan budaya tidak benda tidak mudah. Saat ini pemkot tengah melakukan sinkronisasi data dengan pemprov terkait literasi warisan budaya yang hendak diusulkan.
Kabid Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Dispendikbud), Agus Budi Darmawan menyebut, Kota Pasuruan kaya dengan berbagai budaya.
Namun sejauh ini memang belum ada budaya asli kota yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tidak benda.
Beberapa budaya yang menjadi warisan khas kota, diantaranya adalah tarian Terbang Bandung. Tarian ini memang khas dan dibuat oleh warga kota Pasuruan. Gerakan hingga irama tidak ditemukan di daerah lain.
Adapula pencak silat Kuntu. Walau pencak silat ada di daerah lain, namun gerakannya berbeda.
"Dua budaya Kota Pasuruan ini hendak kami usulkan ke pemprov untuk menjadi warisan budaya tidak benda kota pasuruan. Sebab saat ini memang belum ada," katanya.
Agus-sapaannya menyebut, untuk bisa memunculkan penetapan suatu budaya menjadi warisan budaya tidak benda memiliki langkah yang cukup panjang.
Daerah harus melengkapi literasi terkait budaya yang diajukan pada kementerian kebudayaan. Ini menyangkut latar belakang dari budaya ini.
Literasi ini disampaikan dalam data pokok pikiran kebudayaan (dapobud). Selanjutnya, kementerian kebudayaan yang akan menyeleksi untuk memastikan usulan itu layak sebagai warisan budaya tidak benda atau bukan. Selain itu pihaknya juga perlu melakukan sinkronisasi data dengan pemprov
"Kami tengah melengkapi literasinya. Asal usul dan sejarahnya lalu data literasi ini disinkronkan dengan pemprov agar dinilai layak sebelum diusulkan ke pusat," tutur Agus. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid