Lengkapi Literasi Dulu sebelum Tetapkan Warisan Budaya Tak Benda Kota Pasuruan

Fahrizal Firmani • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 09:47 WIB
BERBEDA: Pencak silat Kuntu di Mancilan yang menjadi warisan budaya di Kota Pasuruan. Sebelum mengusulkan warisan budaya tak benda, harus ada literasi kebudayaan dahulu. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)
BERBEDA: Pencak silat Kuntu di Mancilan yang menjadi warisan budaya di Kota Pasuruan. Sebelum mengusulkan warisan budaya tak benda, harus ada literasi kebudayaan dahulu. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)

 

PASURUAN, Radar Bromo-Langkah Pemkot Pasuruan mengusulkan warisan budaya sebagai warisan budaya tidak benda tidak mudah. Saat ini pemkot tengah melakukan sinkronisasi data dengan pemprov terkait literasi warisan budaya yang hendak diusulkan.

Kabid Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Dispendikbud), Agus Budi Darmawan menyebut, Kota Pasuruan kaya dengan berbagai budaya.

Namun sejauh ini memang belum ada budaya asli kota yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tidak benda.

Beberapa budaya yang menjadi warisan khas kota, diantaranya adalah tarian Terbang Bandung. Tarian ini memang khas dan dibuat oleh warga kota Pasuruan. Gerakan hingga irama tidak ditemukan di daerah lain.

Adapula pencak silat Kuntu. Walau pencak silat ada di daerah lain, namun gerakannya berbeda.

"Dua budaya Kota Pasuruan ini hendak kami usulkan ke pemprov untuk menjadi warisan budaya tidak benda kota pasuruan. Sebab saat ini memang belum ada," katanya.

Agus-sapaannya menyebut, untuk bisa memunculkan penetapan suatu budaya menjadi warisan budaya tidak benda memiliki langkah yang cukup panjang.

Daerah harus melengkapi literasi terkait budaya yang diajukan pada kementerian kebudayaan. Ini menyangkut latar belakang dari budaya ini.

Literasi ini disampaikan dalam data pokok pikiran kebudayaan (dapobud). Selanjutnya, kementerian kebudayaan yang akan menyeleksi untuk memastikan usulan itu layak sebagai warisan budaya tidak benda atau bukan. Selain itu pihaknya juga perlu melakukan sinkronisasi data dengan pemprov

"Kami tengah melengkapi literasinya. Asal usul dan sejarahnya lalu data literasi ini disinkronkan dengan pemprov agar dinilai layak sebelum diusulkan ke pusat," tutur Agus. (riz/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
tari terbang bandung pencak silat kuntu warisan budaya tak benda