PASURUAN, Radar Bromo - Angka penyalahgunaan narkotika di wilayah Kabupaten Pasuruan, menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir.
Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasuruan mencatat, indeks prevalensi penyalahgunaan narkotika saat ini, telah mencapai angka 2,11.
Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 0,11, dari tahun sebelumnya yang berada di angka 2,00.
Indeks prevalensi ini, merupakan indikator untuk mengukur seberapa banyak jumlah penduduk usia produktif. Yakni 15 hingga 64 tahun, yang pernah atau sedang mengonsumsi narkotika.
Berdasarkan data BNNK, grafik penyalahgunaan terus merangkak naik, sejak dua tahun lalu.
Pada tahun 2023, indeks prevalensi tercatat sebesar 1,73, sebelum akhirnya melonjak ke angka 2,00 pada tahun 2024. Dan kembali meningkat hingga menyentuh 2,11, pada periode laporan terbaru.
Kepala BNNK Pasuruan, Masduki, membenarkan semakin tinggi angka indeks tersebut, maka semakin besar pula tingkat paparan atau jumlah orang yang terjerat narkotika di suatu wilayah.
Kendati demikian, pria yang akrab disapa Uki ini menyebut, ada sisi positif di balik kenaikan angka tersebut.
Menurut Uki, lonjakan indeks prevalensi ini, berbanding lurus dengan keberanian dan kesadaran masyarakat yang semakin membaik, untuk melaporkan diri.
Warga yang terlanjur menjadi pencandu, kini tidak lagi bersembunyi. Melainkan secara sukarela, mendatangi BNNK demi mendapatkan akses rehabilitasi.
Data menunjukkan, sepanjang tahun 2024 terdapat 243 orang yang menjalani program rehabilitasi di Pasuruan.
Sementara pada tahun berjalan ini, terhitung hingga bulan Juli, tercatat sudah ada 170 warga, yang melapor secara sadar untuk disembuhkan.
Terkait faktor pemicu, Uki mengungkapkan, tingginya angka penyalahgunaan ini, erat kaitannya dengan minimnya pengetahuan masyarakat, terhadap modus baru peredaran narkotika.
Saat ini, jaringan pengedar bergerak semakin lihai, dengan menyusupkan zat terlarang ke dalam produk gaya hidup modern yang bervariasi. Salah satunya, dikemas dalam bentuk cairan rokok elektrik atau vape.
Ia menegaskan, akan terus menggencarkan program edukasi di tingkat akar rumput.
Sosialisasi intensif mengenai jenis-jenis narkotika baru, ciri-ciri fisik, serta bahaya laten yang ditimbulkan, menjadi fokus utama petugas, guna membentengi masyarakat dari bahaya ketergantungan. (riz/one)
DARURAT NARKOTIKA PASURUAN
TREN INDEKS PREVALENSI (Usia 15-64 Tahun)
· 2023: 1,73
· 2024: 2,00
· Terbaru: 2,11 (Naik 0,11 poin)
· Arti Angka: Semakin tinggi indeks, semakin besar tingkat paparan narkotika di masyarakat.
DATA WARGA MENJALANI REHABILITASI
· Tahun 2024: 243 Orang
· Tahun Ini (Hingga Juli): 170 Orang
· Sisi Positif: Kenaikan angka ini menunjukkan kesadaran warga meningkat untuk melapor secara sukarela dan mencari kesembuhan.
WASPADA MODUS BARU
· Pemicu Utama: Banyak masyarakat belum tahu jenis dan bahaya narkotika terbaru.
· Kamuflase Liquid: Narkotika kini disusupkan lewat produk modern bervariasi, salah satunya melalui cairan rokok elektrik (Vape).
FOKUS UTAMA BNNK PASURUAN
· Gencar mengedukasi masyarakat di akar rumput.
· Sosialisasi masif mengenai jenis, ciri-ciri, dan bahaya laten narkotika.
Editor : Jawanto Arifin