PASURUAN, Radar Bromo – Angka pengangguran di Kota Pasuruan, menunjukkan fenomena yang menarik dalam dua tahun terakhir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah laki-laki yang menganggur, tercatat jauh lebih banyak dibandingkan dengan kelompok perempuan.
Kepala BPS Kota Pasuruan, Noyo Purwoko, mengungkapkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) laki-laki pada tahun 2025, berada di angka 4,95 persen.
Angka ini berarti dari setiap 100 angkatan kerja laki-laki, terdapat 4 hingga 5 orang yang belum mendapatkan pekerjaan.
Kondisi tersebut kontras dengan TPT perempuan, yang justru terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, TPT perempuan berada di angka 4,14 persen.
Jika dibandingkan dengan tahun 2024, pengangguran di kalangan perempuan, berhasil ditekan dari yang sebelumnya sebesar 4,28 persen, atau mengalami penurunan sebesar 0,14 persen.
Sebaliknya, TPT laki-laki justru mengalami kenaikan tipis sebesar 0,05 persen, dibandingkan tahun 2024 yang saat itu berada di angka 4,90 persen.
"TPT laki-laki dalam dua tahun ini, cenderung lebih tinggi daripada perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa kesempatan kerja bagi perempuan di Kota Pasuruan kini semakin terbuka luas," jelas Noyo.
Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat, menjelaskan struktur pasar kerja saat ini, memang lebih ramah terhadap tenaga kerja perempuan.
Sektor perdagangan dan jasa yang mendominasi Kota Pasuruan, memiliki daya serap yang sangat tinggi untuk perempuan.
Di sisi lain, terdapat faktor psikologis dan sosial yang membuat TPT laki-laki lebih tinggi.
Sebagai pencari nafkah utama, laki-laki cenderung jauh lebih selektif dan membutuhkan waktu lebih lama, dalam memilih pekerjaan yang stabil dan bersifat formal.
"Kebutuhan industri saat ini, memang banyak mencari tenaga kerja perempuan. Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Pasuruan terus berupaya memperluas diversifikasi sektor kerja, serta membuka berbagai program pelatihan wirausaha baru. Tujuannya agar alternatif lapangan kerja bagi laki-laki, menjadi lebih luas dan variatif," jelasnya. (riz/one)
Baca Juga: Pengangguran di Kota Pasuruan Didominasi Lulusan SMK
Editor : Moch Vikry Romadhoni