PASURUAN, Radar Bromo - Warga di kawasan pesisir Pasuruan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob.
Fenomena pasang air laut maksimum diprakirakan terjadi pada 10–15 Agustus 2026, dengan ketinggian pasang mencapai 120 hingga 140 sentimeter dari rata-rata muka air laut.
Peringatan tersebut disampaikan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya.
Fenomena alam ini, dipengaruhi oleh fase bulan baru (new moon) yang memicu kenaikan muka air laut secara signifikan.
Kenaikan tersebut berpotensi besar menggenangi daratan yang elevasinya lebih rendah, terutama kawasan permukiman pesisir, wilayah pertambakan, hingga area pelabuhan di sepanjang pantai Pasuruan.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi, menjelaskan masyarakat di kawasan pesisir perlu memperhatikan kondisi pasang laut, selama periode tersebut.
Genangan rob ini rawan mengganggu aktivitas transportasi di sekitar pantai, merusak perikanan darat, serta menghambat kegiatan para petani garam.
“Pasang maksimum ini berpotensi menimbulkan banjir rob, terutama di kawasan pesisir yang rendah. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap genangan dan dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari,” ujar Rendy.
Mengantisipasi hal itu, Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota AKP Edy Suseno, mengimbau masyarakat, untuk membatasi aktivitas di zona berisiko saat pasang tinggi.
Warga juga diminta gotong royong memastikan saluran drainase di sekitar tempat tinggal berfungsi dengan baik, agar air laut yang meluap bisa segera surut.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan kondisi air laut. Hindari aktivitas di daerah pesisir yang berisiko terkena banjir rob, terutama saat pasang tinggi,” kata Edy. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin