Update Kebakaran Bromo hingga Rabu 12 Agustus Malam: 921 Hektare Lahan Terdampak  

Inneke Agustin • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:59 WIB
MASIH BERKOBAR: Petugas memantau api yang berkobar di kawasan TNBTS masuk Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Rabu malam (12/8). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
MASIH BERKOBAR: Petugas memantau api yang berkobar di kawasan TNBTS masuk Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Rabu malam (12/8). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

 

PASURUAN, Radar Bromo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum sepenuhnya terkendali.

Hingga Rabu (12/8), masih terdapat satu titik api yang ditangani tim gabungan. Total area terdampak kebakaran mencapai sekitar 921,42 hektare.

Titik tersebut berada di Pusung Duwur, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Luasan terdampak di Pasuruan sekitar 78,69 hektare, sedangkan Probolinggo mencapai 842,73 hektare.

Komandan Korem (Danrem) 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan turun langsung ke Desa Wonokitri untuk mengecek kondisi. Sekaligus mengevaluasi penanganan karhutla.

Danrem menyebut, sebagian besar titik api telah berhasil dipadamkan. Namun satu titik yang masih menyala berada di kawasan Dingklik, Kecamatan Tosari.

“Satu-satunya titik yang masih menyala saat ini berada di kawasan Dingklik, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan,” ungkap Danrem.

Baca Juga: Update Kebakaran Bromo: Sisi Barat Bukit Kingkong Membara, Pemilik Kios Memilih Bertahan Pantau Pergerakan Api

Titik tersebut berada di area tebing dengan medan terjal, sehingga sulit dipadamkan secara manual. Karena itu, pemadaman dari udara terus dioptimalkan menggunakan tiga helikopter.

“Prioritas kami adalah mencegah api meluas, melakukan pemadaman pada titik yang masih menyala, serta memastikan keselamatan seluruh personel yang bertugas,” ujar Wahyu.

Penanganan karhutla di Pasuruan, menurutnya, melibatkan 540 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Perhutani, TNBTS, damkar, dan relawan.

Mereka melakukan pemadaman, patroli, pemantauan, pengamanan, serta mengantisipasi titik api baru.

Pada Rabu (12/8), water bombing telah dilakukan lima sortie dengan total 15 run di dua lokasi prioritas.

Dari darat, petugas menggunakan kendaraan pemadam, water drone, motor trail, kendaraan operasional, dan peralatan manual.

Armada damkar juga didatangkan dari berbagai daerah. Mulai Surabaya, Malang, Nganjuk, Jombang, Kabupaten dan Kota Pasuruan, Mojokerto, serta Probolinggo untuk memperkuat penanganan di wilayah Pasuruan.

“Wilayah Malang dan Lumajang masih dalam pemantauan untuk mengantisipasi rambatan api. Hingga laporan terakhir, tidak terlihat titik api maupun asap di wilayah Malang. Sementara pemantauan terus dilakukan di sekitar Ranupani dan B29, Lumajang,” tuturnya.

Petugas menargetkan seluruh titik api segera dituntaskan. Masyarakat sekitar TNBTS juga diimbau tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan segera melapor jika melihat asap atau titik api baru. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
karhutla pasuruan kebakaran bromo tnbts probolinggo