TOSARI, Radar Bromo–Kebakaran Bromo belum juga padam. Rabu malam (12/8), si jago merah kembali mengamuk di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Kebakaran hebat menerjang wilayah Resort Penanjakan, tepatnya di kawasan Bukit Kedaluh atau yang akrab disapa Bukit Kingkong, masuk Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Hingga pukul 19.30 WIB, kobaran api di sisi barat bukit masih membumbung tinggi dan mengganas.
Api dilaporkan merambat cukup cepat dari arah selatan (atas) menuju ke utara (bawah). Ke arah jalan utama menuju Penanjakan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat dua titik api utama yang memerah di bukit tersebut. Yakni sisi barat dan sisi timur.
Situasi di lapangan sempat membuat petugas gabungan cukup kewalahan. Medan yang terjal dan angin malam membuat upaya pemadaman secara manual (gebyok) kurang efektif.
Petugas banyak mengandalkan armada pemadam kebakaran untuk melakukan penyemprotan dan pembasahan secara masif.
"Satu unit armada PMK Kabupaten Pasuruan didampingi satu unit mobil tangki supplier diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pembasahan. Fokus utama kami saat ini adalah menyekat titik api agar tidak melompat ke sisi utara jalan," terang salah satu petugas di lapangan.
Penyekatan ketat di sepanjang jalur utama menjadi krusial. Alasan utama tentu agar kebakaran tidak sampai menjalar perbukitan sisi utara jalan.
Apalagi vegetasi di kawasan utara jalan hingga saat ini masih utuh dan belum tersentuh api.
Selain menyekat kobaran api, petugas juga bersiaga penuh melakukan pemantauan ketat di sekitar titik rambatan guna memastikan api tidak menyeberangi jalan.
Kepanikan juga menyelimuti para pemilik kios di kawasan Bukit Kingkong. Khawatir tempat usahanya terancam, belasan pedagang memilih bertahan dan berjaga-jaga hingga malam hari.
Mereka terus memantau pergerakan lidah api di sisi timur yang terus merembet perlahan.
Hingga berita ini ditulis, armada tangki pemadam bersama tim gabungan masih terus berjibaku di tengah dinginnya malam dan pekatnya asap demi menjinakkan si jago merah. (ube/mie)
Editor : Muhammad Fahmi