PURWODADI, Radar Bromo - Memasuki puncak musim kemarau, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo memperketat pengawasan di seluruh wilayah kerjanya.
Langkah proaktif ini diambil, guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal ini berkaca dari peristiwa bulan lalu yang menghanguskan puluhan hektare lahan.
Berdasarkan data yang dihimpun, karhutla sempat melanda wilayah Tahura R. Soerjo, dengan total area terdampak mencapai 73,06 hektare.
Kebakaran tersebut tersebar di tiga titik. Yakni Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang; Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dan Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.
"Antisipasi karhutla di kawasan Tahura R. Soerjo menjadi atensi utama kami di lapangan. Kami tidak boleh kecolongan dan harus melakukan pencegahan semaksimal mungkin," tegas Kepala UPT Tahura R. Soerjo, Agustiningtyas Marini.
Guna mencegah kejadian serupa terulang, pihak Tahura mengoptimalkan patroli keamanan secara berkala.
Termasuk pada malam hari. Fokus patroli diarahkan ke jalur-jalur tikus, yang sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk masuk secara ilegal.
Upaya ini diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, mulai dari Perum Perhutani, pengelola perhutanan sosial, Polisi Hutan (Polhut), hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).
Pengawasan ketat ini diprioritaskan di empat wilayah rawan, yakni Malang Timur, Malang Barat, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Pasuruan.
"Selain patroli intensif, tim di lapangan juga bergerak membuat sekat bakar sebagai langkah pencegahan dini," imbuhnya.
Mengingat jalur pendakian Gunung Arjuno dan Welirang saat ini, masih dibuka untuk umum, pihak pengelola mengeluarkan imbauan keras kepada para pendaki dan warga setempat.
Mereka dilarang keras membuat api unggun, membuang puntung rokok sembarangan, serta melakukan aktivitas perburuan liar yang berpotensi memicu titik api. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin