
TOSARI, Radar Bromo — Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat melanda kawasan wisata Bromo tak hanya dirasakan oleh manusia, tetapi juga ekosistem satwa liar di sekitarnya.
Tergerak oleh rasa kasihan, Jono, 30, seorang warga suku Tengger setempat meluangkan waktunya untuk memberi makan koloni monyet yang kehilangan sumber pakan alami mereka.
Aksi sosial ini dilakukan di kawasan persimpangan Dingklik hingga Pelataran Pusung Dhuwur, Wonokitri. Dengan mengendarai sepeda motor dan membawa kotak kardus, Jono membagikan sisa-sisa buah pisang dari perayaan Hari Raya Karo kepada puluhan monyet ekor panjang yang berkumpul di pinggir jalan raya.
Jono mengungkapkan bahwa ia merasa sangat prihatin melihat kondisi satwa-satwa tersebut pasca-kebakaran besar yang melahap kawasan habitat asli mereka.
"Ngasih makan monyet ada sisa-sisa pisang, karena tempatnya sudah terbakar. Kasihan, makanannya sudah habis terbakar semua," ujar Jono sembari tersenyum di balik pakaian hangatnya.
Sebagai warga lokal Tengger, Jono memanfaatkan momentum paska perayaan Hari Raya Karo yang identik dengan kebiasaan menyajikan buah-buahan.
Daripada terbuang sia-sia, sisa pisang tersebut dimanfaatkan untuk membantu menyambung hidup satwa yang terdampak musibah.
Kebakaran kawasan konservasi Bromo telah merusak vegetasi alami yang menjadi sumber pangan satwa liar.
Akibatnya, kelompok monyet kini lebih sering turun ke bahu jalan utama untuk menunggu uluran tangan warga maupun wisatawan yang melintas.
Aksi sederhana yang dilakukan oleh Jono menjadi pemicu pengingat pentingnya pemulihan ekosistem dan kepedulian terhadap kelangsungan hidup satwa liar yang kehilangan ruang hidup mereka di kawasan Bromo. (ube/fun)
Editor : Fandi Armanto