Tergerak Habitat Rusak Terbakar, Jono Bagi-Bagi Sisa Pisang Hari Raya Yadnya Karo untuk Monyet Terimbas Kebakaran Bromo

Mokhamad Zubaidillah • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:00 WIB
TERGERAK MEMBANTU: Jono saat memberi makan monyet yang terimbas kebakaran Bromo di kawasan jalan menuju Pusung Dhuwur, Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
TERGERAK MEMBANTU: Jono saat memberi makan monyet yang terimbas kebakaran Bromo di kawasan jalan menuju Pusung Dhuwur, Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

 

TOSARI, Radar Bromo—Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kawasan wisata Bromo tak hanya dirasakan oleh manusia. Ekosistem termasuk satwa liar juga terimbas.

Tergerak lantaran sejumlah kera-kera turun mencari makan, Jono (30), seorang warga suku Tengger di Tosari, Kabupaten Pasuruan meluangkan waktunya untuk memberi makan koloni monyet yang kehilangan sumber pakan alami mereka.

​Aksi ini dilakukan di kawasan persimpangan Dingklik hingga Pelataran Pusung Dhuwur, Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Dengan mengendarai motor dan membawa kotak kardus, Jono membagikan sisa-sisa buah pisang dari perayaan Hari Raya Yadnya Karo kepada puluhan monyet ekor panjang yang berkumpul di pinggir jalan raya.

​Jono mengungkapkan, ia merasa sangat prihatin melihat kondisi satwa-satwa tersebut pasca-kebakaran besar yang melahap kawasan habitat asli mereka.

Baca Juga: Kebakaran Bromo, Kabut dan Asap Tebal Kepung Pusung Duwur Tosari Pasuruan, Hambat Proses Pemadaman

​"Ngasih makan monyet. Ada sisa-sisa pisang, karena tempatnya (habitatnya) sudah terbakar. Kasihan, makanannya sudah habis terbakar semua," ujar Jono sembari tersenyum di balik pakaian hangatnya.

​Sebagai warga lokal Tengger, Jono memanfaatkan momentum paska perayaan Hari Raya Karo yang identik dengan kebiasaan menyajikan buah-buahan.

Baca Juga: Kian Ganas, Api Karhutla Bromo Melompat Seberangi Jalan Wisata Dingklik menuju Pusung Dhuwur Tosari Pasuruan

Daripada terbuang sia-sia, sisa pisang tersebut dimanfaatkan untuk membantu menyambung hidup satwa yang terdampak musibah.

​Kebakaran kawasan konservasi Bromo telah merusak vegetasi alami yang menjadi sumber pangan satwa liar.

Akibatnya, kelompok monyet kini lebih sering turun ke bahu jalan utama untuk menunggu uluran tangan warga maupun wisatawan yang melintas.

​Aksi sederhana yang dilakukan oleh Jono menjadi pemicu pengingat pentingnya pemulihan ekosistem dan kepedulian terhadap kelangsungan hidup satwa liar yang kehilangan ruang hidup mereka di kawasan Bromo. (ube/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
yadnya karo tengger kebakaran bromo satwa tosari