Kebakaran Bromo, Kabut dan Asap Tebal Kepung Pusung Duwur Tosari Pasuruan, Hambat Proses Pemadaman

Mokhamad Zubaidillah • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:42 WIB

 TERJANG PEKATNYA ASAP: Dua petugas menerjang asap pekat yang mengepul di tengah-tengah upaya pemadaman kawasan TNBTS di Tosari, Kabupaten Pasuruan. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

TERJANG PEKATNYA ASAP: Dua petugas menerjang asap pekat yang mengepul di tengah-tengah upaya pemadaman kawasan TNBTS di Tosari, Kabupaten Pasuruan. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

​TOSARI, Radar Bromo–Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pusung Dhuwur, wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Selasa (11/8) siang makin berat.

Tak hanya medan terjal yang menyulitkan. Kepulan kabut bercampur asap tebal kini menyelimuti area yang terbakar dan melumpuhkan pandangan para petugas di lapangan.

​Pantauan di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB, pekatnya kabut asap dan kabut pegunungan menyapu hamparan hutan yang hangus.

Jarak pandang merosot tajam. Hanya dalam jangkauan sekitar 50 meter ke depan, pandangan mata sudah buntu.

​Kondisi ini praktis membuat tim gabungan yang berada di darat ekstra waspada.

Bara api yang tersembunyi di balik semak dan vegetasi kering sama sekali tak kasat mata.

SAFETY: Salah satu petugas mengenakan masker pelindung saat bertugas memadamkan api karhutla Bromo di kawasan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Selasa (11/8). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
SAFETY: Salah satu petugas mengenakan masker pelindung saat bertugas memadamkan api karhutla Bromo di kawasan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Selasa (11/8). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

Petugas hanya bisa mendeteksi pergerakan api lewat derak nyala api yang terus melalap pepohonan serta ranting-ranting kering.

Baca Juga: Kian Ganas, Api Karhutla Bromo Melompat Seberangi Jalan Wisata Dingklik menuju Pusung Dhuwur Tosari Pasuruan

​"Kabutnya sangat tebal. Kami tidak bisa melihat arah bara api dengan jelas, hanya terdengar suara gemertak kayu yang terbakar dari dalam hutan," ujar salah satu petugas di lokasi.

​Situasi serba terbatas ini juga menghambat operasi pemadaman dari udara.

Sejak pagi, helikopter water bombing sejatinya sudah dikerahkan dan berulang kali mondar-mandir mengangkut air di atas langit Pusung Dhuwur.

Namun, titik api yang tertutup rapat oleh kabut tebal membuat penyiraman kurang presisi dan hasilnya belum signifikan.

GEBYOK: Petugas dan relawan memadamkan api yang menjalar dengan cara digebyok, agar rembetan api tak menjalar. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
GEBYOK: Petugas dan relawan memadamkan api yang menjalar dengan cara digebyok, agar rembetan api tak menjalar. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

​Selain itu, rembetan si jago merah sendiri terbilang cepat. Api yang awalnya menjalar dari sisi timur pelataran Pusung Dhuwur sempat melompat menyeberangi akses jalan, lalu merambat naik menerjang vegetasi menuju puncak Pusung Dhuwur sisi barat.

​Hingga Selasa siang, puluhan petugas gabungan dari TNBTS, BPBD, TNI, Polri, serta relawan terus berjibaku memadamkan api secara manual menggunakan gepyok dan jet shooter.

ISTIRAHAT SEJENAK: Salah satu petugas/ relawan istirahat sejenak usai kelelahan memadamkan api. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
ISTIRAHAT SEJENAK: Salah satu petugas/ relawan istirahat sejenak usai kelelahan memadamkan api. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

Pembuatan sekat bakar juga terus dikejar untuk menghadang rembetan api agar tidak kian meluas ke kawasan hutan konservasi lainnya, meski harus berpacu dengan jarak pandang yang makin terbatas.

WATER BOMBING: Upaya pemadaman juga dilakukan dari udara dengan metode water bombing yang dengan mengerahkan helikopter. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
WATER BOMBING: Upaya pemadaman juga dilakukan dari udara dengan metode water bombing yang dengan mengerahkan helikopter. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

 Diketahui, sempat dilaporkan padam, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan TNBTS.

Kali ini, si jago merah membakar area pelataran Pusung Dhuwur yang masuk dalam wilayah TNBTS Bromo, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Selasa (11/8) pagi.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kobaran api mulai dilaporkan sekitar pukul 05.00 WIB.

Kobaran api yang cukup besar disertai kepulan asap tebal tampak melalap area perbukitan di kawasan lautan pasir sebelah barat Gunung Bromo. (ube/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
pasuruan kebakaran bromo wonokitri tnbts tosari