Kian Ganas, Api Karhutla Bromo Melompat Seberangi Jalan Wisata Dingklik menuju Pusung Dhuwur Tosari Pasuruan

Mokhamad Zubaidillah • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:31 WIB

 KEMBALI MENGGANAS: Kobaran api Bromo melintasi jalur utama wisata di Pusung Dhuwur, Wonokitri, Tosari, Kabupaten Pasuruan, Selasa jelang siang (11/8). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

KEMBALI MENGGANAS: Kobaran api Bromo melintasi jalur utama wisata di Pusung Dhuwur, Wonokitri, Tosari, Kabupaten Pasuruan, Selasa jelang siang (11/8). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

 

TOSARI, Radar Bromo– Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Tosari, Kabupaten Pasuruan kian membesar.

Selasa pagi (11/8) sekitar pukul 10.00 WIB, si jago merah yang mengamuk di area Bukit Pusung Dhuwur, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, terpantau kian menjalar ganas.

Api yang merambat dari lembah ke arah atas makin tak terkendali usai "meloncati" jalur utama wisatawan.

Baca Juga: Kebakaran Bromo Berangsur Padam, Petugas Fokus Pendinginan di Dua Titik Ini

​Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi medan yang terjal dan angin kencang membuat kobaran api melompati akses jalan raya yang menghubungkan bukit Pusung Dhuwur sisi timur ke barat.

Asap hitam pekat membumbung tinggi hingga memutus pandangan pengendara yang melintas.

Baca Juga: Kebakaran Kembali Landa Kawasan Bromo, Api Berkobar di Pelataran Pusung Dhuwur, Jalur Utama Tertutup Asap Pekat

​Si jago merah yang mulanya berkobar di sisi timur jalan Bukit Pusung Dhuwur, lantas "meloncat" merambah perbukitan di sisi barat jalan.

Lonjakan api diduga kuat dipicu oleh tingginya kobaran api yang tersapu embusan angin.

Situasi makin parah lantaran tajuk pepohonan pinus di kanan-kiri jalan saling bertautan, menjadi "jembatan alami" bagi si jago merah untuk menyeberang.

​"Loncatan api ini sangat riskan karena berpotensi menciptakan titik api baru (fire spot) yang membakar area perbukitan sisi barat yang sebelumnya steril," ungkap salah satu petugas di lapangan.

​Hingga siang hari, pohon-pohon pinus berukuran besar di sepanjang jalur tersebut tampak hangus menghitam. Berbagai upaya telah dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.

Di udara, helikopter water bombing lalu-lalang melakukan pemutaran dan pengeboman air secara berkala.

​Sementara di darat, tim gabungan yang terdiri atas TNBTS, TNI, Polri, BNPB, BPBD Jatim, BPBD Kota Pasuruan, serta BPBD Kabupaten Pasuruan berjibaku memadamkan api.

Pasokan air dari truk tangki (water tank) terus disemprotkan ke titik-titik yang terjangkau.

Namun, hingga berita ini diturunkan, amukan si jago merah masih berlangsung hebat. Asap tebal dan kobaran api masih membakar vegetasi di kawasan TNBTS Wonokitri tersebut. (ube/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
pusung dhuwur karhutla pasuruan kebakaran bromo tosari