Ratusan Pemakai Narkotika di Pasuruan Jalani Terapi, Mayoritas Disebabkan Coba-Coba

Fahrizal Firmani • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:22 WIB
Ilustrasi narkoba
Ilustrasi narkoba

PASURUAN, Radar Bromo - Penyalahgunaan narkotika di Pasuruan-Probolinggo, masih menunjukkan tren meningkat. Baru tujuh bulan berjalan, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasuruan telah mendapatkan laporan 170 orang penyalahguna. Syukur, kini semuanya telah menjalani terapi pemulihan.

Kepala BNNK Pasuruan Masduki mengatakan, ada 170 orang yang menjadi pemakai narkotika. Mayoritas memakai jenis sabu-sabu. Jumlah ini terbilang tinggi, sebab angka ini baru sampai awal Agustus. Tahun lalu, selama setahun mencapai 240 orang.

“Baru setengah tahun, sudah ada 170 pemakai narkotika. Terbilang tinggi jika dibandingkan tahun lalu," katanya.

Mayoritas penyalahguna ini melapor secara mandiri ke BNNK. Mereka langsung menjalani terapi pemulihan. Ada yang rawat jalan, namun ada pula yang menjalani rawat inap karena kondisinya sudah parah.

Kebanyakan laki-laki dan warga Kabupaten Pasuruan. Hanya beberapa orang yang merupakan warga Kota Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo. Sebagian besar pemakai sudah sembuh, sebagain lagi masih menjalani pengobatan.

Masduki mengatakan, tingginya penyalahguna narkotika ini karena banyak masyarakat yang belum tahu tentang bahayanya. Awalnya, mereka coba-coba karena terpengaruh teman. Sebagian baru mengetahui jika barang ini terlarang setelah kecanduan. Karena itu, sosialisasi tentang narkoba rutin digalakkan.

“Biasanya karena ajakan teman. Apalagi modusnya itu tidak bilang jika yang dikonsumsi narkoba. Setelah candu, baru tahu," jelasnya. (riz/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
tujuh bulan berjalan meningkat pasuruan narkotika probolinggo