Lokasi Prostitusi Karanganyar-Pasuruan Bising hingga Subuh, Warga Minta Tak Hanya Penertiban

Fuad Alyzen • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 09:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 

NGULING, Radar Bromo - Penertiban praktik “prostitusi”  terselubung di Karanganyar, Kecamatan Nguling, kabupaten Pasuruan, mendapat respons dari warga.

Sejumlah warga mengaku resah dengan aktivitas di kawasan tersebut. Terutama suara musik yang disebut masih terdengar hingga Subuh.

Salah seorang warga berinisial Hm, 44, mengatakan, keberadaan aktivitas prostitusi di sekitar permukiman cukup mengganggu.

Terlebih, tidak semua bangunan di kawasan tersebut merupakan tempat prostitusi. Banyak di antaranya merupakan rumah warga yang digunakan sebagai tempat tinggal.

“Kalau memang sudah tutup, ya ditutup. Kami kan ini rumah tangga,” ujarnya.

Menurutnya, gangguan yang paling dirasakan warga adalah suara musik dari tempat hiburan di kawasan tersebut. Ia mengaku pernah mendengar musik masih menyala hingga sekitar Subuh.

“Pukul empat pagi itu masih belum tutup. Beneran,” ujar warga yang mengaku tinggal di kawasan ini sejak sekitar tahun 2000 tersebut.

Menurutnya, kondisi ini bukan kali pertama dikeluhkan warga. Bahkan, warga sebelumnya telah melakukan protes terhadap aktivitas yang dinilai mengganggu lingkungan permukiman.

“Kalau dulu memang ada (protes). Tapi, ya yang ada room-nya saja,” ungkapnya.

Ia membandingkan dengan ketentuan jam operasional tempat hiburan yang semestinya memiliki batas waktu.

Menurutnya, musik seharusnya sudah dimatikan sekitar tengah malam. Namun, di kawasan ini suara musik disebut masih terdengar hingga dini hari.

Hm menegaskan, tidak seluruh warga yang tinggal di sekitar Karanganyar, merupakan bagian atau terlibat aktivitas prostitusi.

Sebagian merupakan warga yang telah lama menetap dan menjalani kehidupan sebagai keluarga.

“Di sini banyak yang rumah tangga. Ini rumah tangga, rumah tangga. Banyak yang rumah tangga," katanya.

Menurutnya, sejumlah orang yang menjalankan aktivitas prostitusi maupun mucikari di kawasan ini justru merupakan pendatang yang menyewa tempat.

Karena itu, ia berharap pemerintah tidak hanya melakukan penertiban sesaat. Tetapi benar-benar memastikan kawasan prostitusi tersebut ditutup secara total. Agar lingkungan permukiman warga kembali aman dan nyaman.

Sebelumnya, Polres Pasuruan Kota merazia praktik prostitusi terselubung di kawasan Karanganyar, Jumat (7/8).

Dalam razia, kepolisian juga melibatkan Polwan dari Unit PPA dan Satreskrim untuk menangani para pekerja seks yang diamankan.

Sekitar pukul 16.15, petugas tiba di lokasi. Kedatangan petugas membuat sebagian pekerja seks kabur melalui bagian belakang lokasi.

Sekitar satu jam di lokasi, ada 20 pekerja seks dan seorang mucikari yang diamankan. Mereka dibawa ke Mapolres Pasuruan Kota. Di data dan harus menjalani tes narkoba.

Dari pemeriksaan awal, dua orang disebut dinyatakan positif narkoba. “Di Polres kami data, tes narkoba, dan terdapat dua yang positif, sepengetahuan saya. Data belum saya dapat," ujar Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi.

Polisi juga memberikan pembinaan keagamaan. Seorang ustaz dihadirkan untuk memberikan tausiah, agar para pekerja seks tersebut tidak kembali menjalani aktivitas yang dinilai bertentangan dengan norma agama.

Sabtu (8/8), mereka diserahkan ke Dinas Sosial untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. (zen/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
Praktik karanganyar pasuruan prostitusi nguling