Fokus Padamkan Api ke Pakis Bincil di Tosari untuk Cegah Kebakaran Bromo Meluas, Waterbombing Masih Diperlukan

Fuad Alyzen • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 19:17 WIB
PEKAT: Water bombing yang dikerahkan untuk memadamkan api di kawasan Bromo. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
PEKAT: Water bombing yang dikerahkan untuk memadamkan api di kawasan Bromo. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

PASURUAN, Radar Bromo-Kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih belum padam. Api sudah merambah ke wilayah Pasuruan. Hingga Minggu (9/8) petang api bahkan sudah membakar  kawasan di Bukit Dingklik dan Penanjakan di Tosari.

Sebelumnya, kebakaran sudah sampai di Bukit Argo Wulan, Desa Wonokitri. Namun dari laporan BPBD Kabupaten Pasuruan, api di Bukit Argo berhasil dipadamkan.

Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi, pemadaman kini difokuskan di Pakis Bincil yang berlokasi di Desa Wonokitri.

Pemadaman memang memiliki banyak hambatan. “Mulai dari vegetasi, angin kencang, hingga medan  yang bertebing. Pemadaman dilakukan manual,” beber Sugeng.

Semenjak ada kebakaran di TNBTS di wilayah Pasuruan, lanjut Sugeng, BPBD Kabupaten Pasuruan menurunkan personelnya mulai tiga hari yang lalu.

“Sampai kini (Minggu, red), personel masih disiagakan. Kami juga selalu berkomunkasi. Bahkan besok (Senin 10/8, red) kami sudah meminta agar pemadaman menggunakan helicopter water bombing untuk mencegah meluas sampai ke wilayah Malang,” beber Sugeng.

MERAMBAH: Asap yang terlihat dari bukit dingklik di Tosari Pasuruan. Sampai kini proses pemadaman masih berlangsung. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
MERAMBAH: Asap yang terlihat dari bukit dingklik di Tosari Pasuruan. Sampai kini proses pemadaman masih berlangsung. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Kebakaran di TNBTS di wilayah  Pasuruan khususnya Kecamatan Tosari,  sebenarnya sudah terjadi Sabtu (8/8). Kobaran api sempat membakar Bukit Argo Wulan, Desa Wonokitri.

Kapolsek Tosari Iptu Sumbut Pujaningwang mengatakan, pihaknya menerima informasi mengenai kebakaran tersebut dari petugas TNBTS sekitar pukul 14.00. Mendapat laporan itu, polisi bersama sejumlah unsur terkait langsung melakukan pengecekan ke lokasi.

“Sekitar pukul 14.00 kami menerima informasi dari petugas TNBTS terkait kebakaran hutan di kawasan Bromo, termasuk Bukit Argo Wulan, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari,” kata Sumbut.

Dari hasil pengecekan, lanjut dia, titik kebakaran yang masuk wilayah Kecamatan Tosari sudah dalam kondisi padam. Namun, kebakaran kemudian merambah ke wilayah Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

“Untuk yang masuk wilayah Kecamatan Tosari saat ini sudah padam. Namun, kebakaran merambah ke wilayah Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Upaya penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan sejumlah unsur. Di antaranya Polsek Tosari, Koramil Tosari, Perhutani, petugas Taman Nasional, serta Satpol PP Kecamatan Tosari.

Dugaan sementara, kebakaran tersebut dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan. Meski demikian, petugas masih melakukan penanganan dan pemantauan di sekitar lokasi.

Dalam penanganan di lokasi, Polsek Tosari menerjunkan lima personel. Kemudian Koramil Tosari sebanyak dua personel, Perhutani enam personel, petugas Taman Nasional tiga personel, dan Satpol PP Tosari dua personel.

Total personel dari berbagai unsur tersebut melakukan pengecekan sekaligus membantu proses pemadaman serta penanganan kebakaran di kawasan hutan.

Sumbut menambahkan, langkah awal yang dilakukan jajaran kepolisian adalah mendatangi dan mengecek lokasi kebakaran.

Petugas juga berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memastikan api tidak kembali meluas, khususnya di kawasan yang masuk wilayah Tosari.

Kawasan TNBTS sendiri merupakan area yang memiliki kondisi vegetasi kering saat musim kemarau. Karena itu, potensi kebakaran hutan dan lahan perlu diantisipasi, terutama akibat sumber api maupun puntung rokok yang dibuang sembarangan. (zen/fun)

Editor : Fandi Armanto
bukit dingklik pasuruan penanjakan kebakaran bromo tosari