TOSARI, Radar Bromo-Kebakaran Bromo belum juga padam hingga Minggu malam (9/8). Bahkan, titik api baru di kawasan Bukit Dingklik dan Penanjakan di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan kian membesar.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo di lokasi, Minggu malam api di kawasan tebing Bukit Dingklik dan Penanjakan nampak membara.
Embusan angin kencang dan banyaknya vegetasi kering membuat api cepat merembet naik ke atas.
Titik api baru di kawasan Bukit Dingklik dan Penanjakan, kawasan Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan itu diketahui mulai berkobar sejak Minggu pagi (9/8).
Saat meninjau kawasan Bromo yang terbakar, Wakil Gubernur (Wagub) Emil Dardak meminta agar segera dilakukan penanganan, agar api tak menjalar lebih besar.
“Di Pundak Lembu dan puncak B29 kami lakukan pemadaman. Tapi ternyata di Pananjakan dan Bukit Dingklik juga ada titik api yang berada di luar perimeter api. Ini segera kami padamkan juga melalui darat dan udara agar api tak menyebar lagi,” ujar Emil, Minggu siang.
Untuk pemadaman manual, petugas menghadapi kendala karena sejumlah gebyok rusak. Petugas lantas menggunakan ranting untuk pendinginan atau menangani titik-titik api berukuran kecil.
“Sementara untuk memadamkan api yang besar memang harus pakai water bombing, terutama yang tidak titik yang tidak bisa dijangkau secara manual,” jelasnya.
Mobil damkar juga dimaksimalkan melalui jalur darat yang masih memungkinkan untuk dilalui.
Salah satunya kawasan Pananjakan. Namun, kendaraan damkar tidak dapat mendekati titik api secara langsung di Watangan karena medan yang sulit.
Minggu siang, juga sudah dilakukan beberapa upaya agar api tak membesar. Yakni dengan mengoptimalkan sekat bakar sepanjang sekitar enam kilometer di sisi selatan Lembah Watangan yang juga disebut dijaga personel TNBTS.
“Ada sekitar enam kilometer sekat bakar yang kini dijaga oleh personel TNBTS. Ada 10 orang dan akan kami tambah 10 orang lain untuk melakukan patroli. Jangan sampai api melompati sekat tersebut,” tegas Emil, Minggu siang.
Namun, sore hingga petang hari, api kembali berkobar cukup besar. Kondisi itu diabadikan fotografer Jawa Pos Radar Bromo yang masih berada di kawasan Cemorolawang, Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. (ube/gus/mie)
Editor : Muhammad Fahmi