Kebakaran Bromo, Muncul Titik Api Baru di Penjanjakan dan Bukit Dingklik, Wagub Emil: Langsung Ditangani agar Tak Menyebar

Inneke Agustin • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 17:44 WIB

 MASIH BERKOBAR: Kawasan Bukit Dingklik dan Penanjakan di Tosari, Kabupaten Pasuruan yang terbakar, saat dipotret dari kawasan Cemorolawang, Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu sore (9/8). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

MASIH BERKOBAR: Kawasan Bukit Dingklik dan Penanjakan di Tosari, Kabupaten Pasuruan yang terbakar, saat dipotret dari kawasan Cemorolawang, Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu sore (9/8). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo-Kebakaran di kawasan Bromo masih terus terjadi. Minggu (9/8) bahkan terpantau sejumlah titik api baru. Yakni di kawasan Penanjakan dan Bukit Dingklik, Kabupaten Pasuruan. 

Temuan tersebut langsung ditangani agar api tidak kembali meluas. Pemadaman dilakukan menggunakan kombinasi metode darat dan udara sesuai kondisi medan.

“Di Pundak Lembu dan puncak P30 (Sumber, Kabupaten Probolinggo), kami lakukan pemadaman. Tapi, ternyata di Pananjakan dan Dingklik juga ada titik api yang berada di luar perimeter api,” ujar Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak.

Menurut Emil, titik api baru itu langsung ditangani. “Ini segera kami padamkan juga melalui darat dan udara agar api tak menyebar lagi,” jelas Emil, yang Minggu pagi meninjau lokasi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Untuk pemadaman manual, petugas menghadapi kendala karena sejumlah gebyok rusak.

Petugas lantas menggunakan ranting untuk pendinginan atau menangani titik-titik api berukuran kecil.

Baca Juga: Kawasan Sabana Bromo Terbakar Capai 520 Hektare, Wagub hingga Menteri Meninjau usai Seluruh Pintu Masuk Ditutup

“Sementara untuk memadamkan api yang besar memang harus pakai water bombing, terutama titik yang tidak bisa dijangkau secara manual,” jelasnya.

Mobil damkar juga dimaksimalkan melalui jalur darat yang masih memungkinkan untuk dilalui.

Salah satunya, di kawasan Pananjakan. Namun kendaraan damkar tidak dapat mendekati titik api secara langsung di Watangan karena medan yang sulit.

Meski sebagian besar kobaran api telah berhasil dipadamkan, Emil menegaskan bahwa kondisi tersebut belum membuat petugas lengah.

Potensi munculnya kembali titik api masih tinggi karena angin kencang dapat membawa bara ke lokasi lain. Sementara vegetasi kering menjadi bahan bakar yang mudah terbakar.

Untuk mengantisipasi api kembali meluas, sekat bakar sepanjang sekitar enam kilometer di sisi selatan Lembah Watangan kini dijaga personel TNBTS.

“Ada sekitar enam kilometer sekat bakar yang kini dijaga oleh personel TNBTS. Ada 10 orang dan akan kami tambah 10 orang lain untuk melakukan patroli. Jangan sampai api melompati sekat tersebut,” terangnya. (gus/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
titik api baru bukit dingklik penanjakan kebakaran bromo tosari