Panen Menyusut, Harga Kopi Pasuruan Melejit

Rizal Syatori • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 10:10 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

PRIGEN, Radar Bromo - Musim panen kopi di lereng Kabupaten Pasuruan membawa berkah, sekaligus tantangan tersendiri bagi para petani lokal di tengah fluktuasi hasil bumi tahun ini.

Meski volume produksi di beberapa wilayah dilaporkan merosot hingga 60 persen akibat faktor cuaca, nilai ekonomi komoditas andalan Jawa Timur ini, tetap terjaga berkat harga jual dan serapan pasar yang sangat stabil.

Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai salah satu lumbung kopi potensial yang tersebar di wilayah dataran tinggi.

Seperti Kecamatan Prigen, Purwosari, Purwodadi, Tutur, Puspo, Lumbang, dan Tosari.

Di lapangan, dinamika panen kali ini dirasakan langsung oleh Karim, petani kopi asal Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

"Sekarang sedang musim panen, pemasarannya bagus dan stabil. Kualitas biji kopi rata-rata juga sangat memuaskan," kata Karim.

Ia menjelaskan, hasil panen tahun ini berkisar antara 40 hingga 60 persen dari kondisi normal.

Kendati demikian, kualitas petik yang terjaga membuat nilai jual kopi di tingkat petani, tetap meroket.

Saat ini, harga kopi jenis Robusta dibanderol di kisaran Rp 55 ribu hingga Rp 65 ribu per kilogram.

Sementara jenis Arabika, menembus angka Rp 90 ribu hingga Rp 135 ribu per kilogram.

"Kualitas sangat memengaruhi harga. Untuk serapan pasar, saat ini kami rutin mengirim pasokan ke Surabaya, Malang, hingga Jakarta," imbuh Karim.

Kondisi berbeda diceritakan oleh Jumali, petani kopi asal Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen.

Di wilayahnya, penurunan volume panen bahkan menyentuh angka 60 persen.

Siklus panen Arabika di wilayahnya telah usai, dan kini para petani sedang berfokus menyelesaikan masa panen untuk jenis Robusta.

"Meskipun hasil panen menyusut, dampaknya terhadap ekonomi petani masih cukup bagus. Karena harga bertahan di level tertinggi. Untuk menyiasati penurunan produksi biji mentah (green bean), kami mengalihkan fokus pada hilirisasi dengan memproduksi kopi bubuk siap seduh," ungkap Jumali.

Langkah taktis tersebut diambil, karena permintaan pasar domestik dan luar pulau masih sangat tinggi.

Untuk pasar biji kopi mentah, Jumali melayani rantai pasok ke sejumlah industri roastery di Tuban, Bojonegoro, Surabaya, hingga Balikpapan.

Sementara untuk produk kopi bubuk kemasan, ia fokus menguasai pasar retail dan kedai kopi di kawasan Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya. (zal/one)

 

PRODUKSI KOPI PASURUAN

TABEL HARGA JUAL (Per Kg):

·        Robusta: Rp 55 Ribu – Rp 65 Ribu

·        Arabika: Rp 90 Ribu – Rp 135 Ribu

KONDISI PASAR DAN PRODUKSI:

·        Volume Panen: Anjlok hingga 60% akibat cuaca.

·        Nilai Ekonomi: Tetap stabil tinggi karena kualitas petik bagus.

·        Siasat Petani: Genjot hilirisasi menjadi kopi bubuk retail.

DAERAH PENGHASIL UTAMA:

·        Prigen, Purwosari, Purwodadi, Tutur, Puspo, Lumbang, Tosari.

KOTA TUJUAN DISTRIBUSI:

·        Surabaya, Malang, Jakarta, Tuban, Bojonegoro, Balikpapan.

Editor : Jawanto Arifin
arabika robusta kabupaten pasuruan panen kopi