
PASURUAN, Radar Bromo-Kebakaran sabana Gunung Bromo yang berujung penutupan akses wisata via Jemplang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang membuat pelaku jip wisata merubah rute perjalanan.
Mereka mengalihkan rute melalui jalur Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Perubahan rute perjalanan ini sudah berlangsung sejak Selasa (4/8).
Sekretaris Paguyuban Jip Tumpang, Kabupaten Malang, Wahyu Prasetyo menuturkan akses wisata Gunung Bromo lewat Jemplang ditutup oleh taman nasional bromo tengger semeru (TNBTS) sejak Senin malam (3/8).
Penutupan itu untuk menjaga keselamatan wisatawan. Karena itu sejak Selasa (4/8), pelaku jip merubah rute perjalanannya.
Sebelumnya, jip wisata menggunakan rute Tumpang-Jemplang, saat ini dialihkan melalui jalur Tumpang-Jabung-Nongkojajar-Wonokitri, Tosari menuju penanjakan. Pengalihan ini membuat rute lebih panjang.
Sehingga pemberangkatan juga mengalami penyesuaian. Sebab perjalanan lebih panjang.
Sebelumnya, wisatawan berangkat pada pukul 02.00. Selama perubahan rute, jip wisata berangkat lebih awal, pada pukul 00.30. Dimajukan 1,5 jam.
"Wisatawan tentu mengeluh karena perjalanan lebih lama dan harus berangkat lebih awal. Namun mereka sudah memahami karena kondisi penutupan via jemplang," katanya.
Pras –sapaan akrabnya- menyebut tentunya pihaknya sudah berkoordinasi dengan pelaku jip wisata Pasuruan.
Mereka pun menerima jip wisata asal Tumpang melalui jalur Wonokitri, Tosari menuju penanjakan I untuk menikmati wisata Bromo.
Apalagi kondisi ini tidak berlangsung selamanya. Hingga via Jemplang kembali normal.
Agar tidak menimbulkan perselisihan, paguyuban jip Tumpang membagi armada dalam bentuk kemitraan dengan paguyuban jip wonokitri.
Misal ada 10 jip, maka lima jip dari Malang, dan sisanya dioper ke jip wisata Pasuruan. Tujuannya agar tidak menimbulkan konflik dengan jip wisata pasuruan.
"Alhamdulillah tidak ada penolakan dari pelaku jip wisata setempat. Jip lokal tetap dapat penumpang, kami bisa menyelesaikan tugas mengantar wisatawan dengan aman," jelas Pras. (riz/mie)
Editor : Muhammad Fahmi