WINONGAN, Radar Bromo – Warga Dusun Getah Kidul, Desa Minggir, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan geger, Rabu (5/8) malam. Ini
setelah Rahma, lansia 71 tahun, ditemukan tak bernyawa di area kebun. Ada luka parah sepanjang 25 sentimeter di bagian kepalanya. Kondisi jasad korban tergeletak di lahan kebun jeruk. Berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya yang berada di lingkungan RT 02/RW 03.
Informasi yang dihimpun, jasad korban pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 19.00 , seusai salat Isya.
Kepala Desa Minggir, Fauzan, 56, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku baru menerima laporan dari kepala dusun setempat selang beberapa jam kemudian.
"Saya baru dikabari Kasun sekitar jam 22.00 . Waktu itu saya masih belanja bendera untuk persiapan Agustusan di wilayah Keboncandi. Selanjutnya saya pulang dan langsung kordinasi dengan Polsek Winongan," ujar Fauzan.
Menurut Fauzan, aktivitas sehari-hari korban memang mencari rumput. Pada hari kejadian, korban sempat berpamitan untuk merumput usai makan siang.
Namun hingga petang, korban tak kunjung pulang. Pihak keluarga yang cemas akhirnya berusaha melakukan pencarian. Apes, korban justru ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Diketahui, korban selama ini hidup sendirian. Suaminya sudah meninggal. Ia tinggal bersama anak angkat perempuannya, namun tinggal terpisah rumah meski masih bertetangga.
Mendapat laporan itu, sejumlah personel Polsek Winongan bersama Tim Inafis Polres Pasuruan langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan identifikasi dan olah TKP.
Kapolsek Winongan, AKP Nanang Abidin membenarkan adanya luka bekas kekerasan pada tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan awal di TKP, ditemukan luka di kepala bagian belakang sebelah kiri hingga tengah.
"Iya betul, tadi setelah kami cek di TKP, ternyata ada luka di sisi sebelah kiri bagian tengah. Bekasnya diduga akibat sabetan benda tajam," ungkap AKP Nanang Abidin.
Terkait kejadian itu, AKP Nanang menjelaskan bahwa pihaknya masih mengumpulkan keterangan awal. Pihaknya juga akan memintai keterangan para saksi.
"Untuk sementara saksi belum kita periksa mendalam. Saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pelakunya. Minta doanya agar cepat terungkap," tegasnya.
Proses evakuasi sempat terkendala medan jalan yang sempit, minim penerangan, serta jauh dari pemukiman. Usai diidentifikasi, jasad korban langsung dievakuasi ke rumah duka.
Namun, pihak keluarga memilih untuk tidak melanjutkan proses otopsi ke rumah sakit. "Pihak keluarga meminta saya agar sekiranya korban ini tidak diautopsi. Mereka mengaku ikhlas atas apa yang terjadi," imbuh Kades Minggir, Fauzan.
Atas permintaan tersebut, pihak desa memfasilitasi pembuatan surat pernyataan penolakan otopsi yang ditujukan kepada kepolisian.
Kematian Rahma terbilang penuh kejanggalan. Luka sajam di kepala mengindikasikan kuat bahwa korban dihabisi oleh seseorang. Anehnya, respons warga sekitar justru tak biasa.
Suasana di sekitar rumah duka terkesan dingin. Hal yang tak lazim dalam kehidupan bersosialisasi warga pedesaan saat ada tetangga yang meninggal.
Apalagi meninggal dalam kondisi tragis. Sikap keluarga yang terkesan buru-buru mengikhlaskan pun menyisakan tanda tanya besar.
Sementara warga sekitar juga enggan memberikan komentar dan memilih bungkam. Hingga kini, jajaran Polsek Winongan dan Polres Pasuruan terus bergerak mendalami motif di balik peristiwa berdarah tersebut. (ube/fun)
Editor : Fandi Armanto