Polairud Polres Pasuruan Kota Perketat Edukasi Terhadap Nelayan Pasca Insiden Nelayan Hilang

Fuad Alyzen • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 13:13 WIB
PATROLI: Personel Satpolairud Polres Pasuruan Kota saat melakukan patrol laut. Langkah antisipasi ini diintensifkan, menyusul insiden kecelakaan laut yang menewaskan seorang nelayan di perairan Kecamatan Nguling, akibat dihantam ombak besar. (Dokumen Radar Bromo)
PATROLI: Personel Satpolairud Polres Pasuruan Kota saat melakukan patrol laut. Langkah antisipasi ini diintensifkan, menyusul insiden kecelakaan laut yang menewaskan seorang nelayan di perairan Kecamatan Nguling, akibat dihantam ombak besar. (Dokumen Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo - Polres Pasuruan Kota meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kecelakaan laut, menyusul insiden nelayan yang hilang dan ditemukan meninggal dunia di perairan Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

Selain melakukan penanganan bersama tim SAR saat proses pencarian korban, jajaran Satpolairud juga mengintensifkan edukasi kepada nelayan, terkait keselamatan beraktivitas di laut.

Sebelumnya, Sugianto, nelayan asal Dusun Sawahan, Desa Penunggul, Kecamatan Nguling, dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut, ketika perahu kecil yang ditumpanginya dihantam ombak besar pada Sabtu (1/8) malam.

Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu, (2/8) pagi, setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan bersama nelayan.

Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi mengatakan, setelah kejadian tersebut, kepolisian melalui Satpolairud memperkuat langkah-langkah pencegahan, agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

Terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah sewaktu-waktu.

"Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh nelayan, agar lebih mengutamakan keselamatan saat melaut. Kami mengimbau masyarakat pesisir, untuk tidak memaksakan berangkat apabila cuaca sedang ekstrem, angin kencang, maupun gelombang tinggi. Karena sangat berisiko terhadap keselamatan," ujarnya.

Menurut Junaidi, personel Satpolairud juga terus memberikan sosialisasi kepada nelayan, agar selalu memantau informasi cuaca maritim yang dikeluarkan BMKG sebelum berangkat melaut.

Selain itu, nelayan diminta menggunakan alat pelindung diri, terutama pelampung atau life jacket, selama berada di atas perahu.

"Kami juga mengingatkan agar nelayan menyiapkan alat komunikasi darurat, sebagai antisipasi apabila terjadi kondisi yang tidak diinginkan saat berada di laut. Langkah-langkah sederhana seperti ini, sangat penting untuk mempercepat proses pertolongan apabila terjadi keadaan darurat," katanya.

Tak hanya itu, Satpolairud mengimbau nelayan menunda keberangkatan, apabila melihat tanda-tanda alam yang mengindikasikan cuaca memburuk.

Kepolisian menilai, keputusan menunda melaut jauh lebih aman, dibanding memaksakan berangkat ketika kondisi perairan tidak bersahabat. (zen/one)

Editor : Jawanto Arifin
perahu kecelakaan tenggelam nelayan polairud