Kebutuhan Guru Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Pasuruan Segera Terpenuhi

Fahrizal Firmani • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 08:10 WIB
UPACARA: Kegiatan masa pengenalan sekolah yang digelar di Sekolah rakyat Terintegrasi 2 Pasuruan beberapa waktu lalu. (Foto: Diskoninfotik Kota Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)
UPACARA: Kegiatan masa pengenalan sekolah yang digelar di Sekolah rakyat Terintegrasi 2 Pasuruan beberapa waktu lalu. (Foto: Diskoninfotik Kota Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo-Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Pasuruan masih kekurangan guru. Sejauh ini, kebutuhan guru masih dibantu oleh pemerintah daerah. Saat ini, proses penjaringan guru baru masih berlangsung.

Kepala SRT 2 Pasuruan, Yuli Prihatini menuturkan, sesuai perhitungan kebutuhan guru SRT 2 Pasuruan mencapai 21 orang. Rinciannya, 19 guru mata pelajaran untuk jenjang SMP dan empat guru kelas untuk jenjang SD.

"Saat ini kami dibantu oleh pemkot. Kebutuhan guru dipenuhi sementara oleh guru dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud)," katanya.

Yuli menuturkan, kebutuhan guru ini sedang dipenuhi oleh Kementerian Sosial (kemensos) melalui penjaringan serentak se nasional. Saat ini proses penjaringan masih berlangsung. Kemungkinan September, guru baru ini sudah datang dan didistribusikan ke daerah.

Untuk guru jenjang SMP sudah mencukupi. Ia menyebut saat ini SRT 2 memiliki guru mapel SMP sebanyak 21 guru. Kondisi ini terjadi setelah di awal tahun ini, SRT 2 kembali mendapatkan 12 guru mapel baru. Sebelumnya hanya sembilan guru.

Katanya, proses belajar mengajar tidak terganggu meski kebutuhan guru dari pusat masih berproses. Sebab, pemda bisa membantu sementara. Apalagi kondisi ini tidak selamanya. Hanya berlangsung dua bulan.

"September Insyaallah guru baru sudah datang. Jadi kondisi ini tidak sampai mengganggu kegiatan belajar," tutur Yuli. (riz/fun)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
srt guru Sekolah Rakyat Kemensos