Pembangunan Gedung Dalmas Polres Pasuruan Kota Disoal, Dituding Tak Sesuai Spesifikasi

Fahrizal Firmani • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 06:10 WIB
WUJUD KONTROL: Aktivis dan tokoh masyarakat lakukan sidak di gedung dalmas Polres Pasuruan Kota Senin (3/8) pagi. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
WUJUD KONTROL: Aktivis dan tokoh masyarakat lakukan sidak di gedung dalmas Polres Pasuruan Kota Senin (3/8) pagi. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo-Pembangunan gedung pengendalian masyarakat (dalmas) di Polres Pasuruan Kota di Jalan Gajah Mada, disoal. Forum pengawas jasa kontruksi menilai pembangunan gedung bersumber dari APBD senilai Rp 1,4 miliar itu tidak sesuai spesifikasi. Mereka meminta agar penegak hukum mengusut tuntas.

Sorotan ini ditandai oleh inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan kemarin (3/7). Sejumlah perwakilan tokoh masyarakat mendatangi lokasi sekitar pukul 09.00. Mereka berorasi dengan membawa tiga tuntutan.

Ayik Suhaya, koordinator aksi menyebut pembangunan gedung dalmas ini diduga sarat kepentingan. Pemilihan CV Sinar Agung Mandiri asal Jakarta sebagai pelaksana proyek diduga tidak melalui mekanisme lelang yang benar. Melainkan karena dikondisikan.

Kontraktor dituding tidak memperhatikan keselamatan pekerja.  Selama menggarap proyek yang berlangsung sejak 8 juni itu, pekerja tidak menggunakan helm, pelindung dan sepatu yang layak dan aman.

Selain itu pihaknya melihat material yang digunakan tidak sesuai rencana anggaran biaya (RAB).

"Dalam RAB disebut pasir yang digunakan pasir lumajang. Tapi pada 14 juli, kami mendapati pasir yang digunakan itu pasir lokal," kata Ayik-sapaannya.

Selain itu, besi yang digunakan juga tidak sesuai. Semestinya merek HIJ atau LS tapi di lapangan menggunakan GWS. Semen juga tidak lepas dari sorotan. Sebab diduga yang digunakan adalah semen Singa Merah bukan Semen Gresik dalam RAB.

"Kami meminta agar aparat menindaklanjuti. Diduga ada penyelewengan dalam pengerjaan ini. Progressnya juga rendah baru 15 persen," sebut Ayik.

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Uung Maf'udi menuturkan, penggunaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berulang kali diingatkan oleh PUPR. Namun memang tidak mudah meminta pekerja patuh. Seringkali ada pekerja yang bandel.

Ia memastikan penggunaan semen dan pasir sudah sesuai spesifikasi. Semen singa merah hanya digunakan di acara simbolis saat peletakan batu pertama beberapa waktu lalu. Untuk kontruksi sepenuhnya menggunakan Semen Gresik.

BARU SEBULAN: Proyek gedung dalmas Polres Pasuruan Kota yang masih dibangun. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
BARU SEBULAN: Proyek gedung dalmas Polres Pasuruan Kota yang masih dibangun. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Pasir lokal hanya digunakan untuk pencampuran batu kali. Sementara kontruksi utama tetap memakai pasir lumajang.

Sedangkan untuk material besi, pihaknya memang sempat menawarkan tiga jenis besi yang bisa digunakan. Sehingga penggunaan besi itu sudah sesuai aturan.

"Tapi kami tetap mengecek dengan melakukan penimbangan berat besi yang digunakan agar sesuai. Sebab pembayaran harus menyesuaikan berat," jelas Uung.

Saat ini fisik di lapangan memang lebih rendah dari target. Semestinya 20 persen. Tapi di lapangan baru 13 persen.

Terkait, proses lelang sepenuhnya tender dilakukan terbuka melalui bagian layanan pengadaan. Namun, PUPR selalu melakukan review usai pemenang tender ditetapkan. Pihak kontraktor harus menunjukkan kelengkapan dokumen administrasi.

"Kami juga mengingatkan pada kontraktor jika tidak dilakukan pembayaran di muka. Ini untuk memastikan kesanggupan mereka pads modal kerja," kata Uung.

Di sisi lain, Ilham Wahyudi selaku pelaksana dari CV Sinar Agung Mandiri (SAM) yang mengerjakan proyek gedung dalmas menyebut, sudah sesuai spesifikasi teknis.

Proyek ini dikerjakan sesuai dengan spesifikasi sesuai dengan RAB yang dirancang Dinas PUPR. Mulai dari besi hingga semen yang digunakan.

Begitu juga dengan soal keselamatan kerja yang dituding saat sidak. Ilham bilang, memang di awal pekerjaan sempat ada pekerja yang tak menggunakan helm. “Tapi itu saat awal pekerjaan dan sekarang sudah ada K3,” beber Ilham.

Pun demikian dengan pekerjaan yang dituding belum sampai 15 persen dalam rentang satu bulan. Sebagai pelaksana, tentu pihaknya harus memastikan proyek ini selesai sesuai kalender kerja.

“Ini pekerjaan juga membangun di markas apparat. Tentu kami tak main-main dalam pelaksanaannya,” beber Ilham. (riz/fun)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
spesifikasi proyek Dalmas polres pasuruan kota