PASURUAN, Radar Bromo – Sebanyak 208 siswa baru Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Pasuruan, harus bersabar untuk mendapatkan fasilitas penunjang belajar mereka.
Hingga saat ini, berbagai kebutuhan utama mulai dari laptop, alat tulis, hingga pakaian asrama belum didistribusikan, karena proses pemenuhannya dilakukan secara bertahap oleh pemerintah.
Saat ini, ratusan siswa baru tersebut, telah menempati gedung SR permanen yang berlokasi di Kelurahan Wironini, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.
Mereka tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang sudah bergulir sejak Jumat (31/7).
Kepala SRT 2 Pasuruan, Yuli Prihatini, menjelaskan selama masa orientasi ini, para siswa masih mengenakan seragam dari sekolah asal mereka masing-masing.
Hal tersebut terpaksa dilakukan, lantaran pengadaan seragam baru terintegrasi belum tiba di lokasi.
"Kebutuhan untuk siswa baru SR, memang belum datang. Jadi selama masa MPLS, siswa memakai apa yang mereka gunakan saat masih di sekolah lama," ujar Yuli.
Baca Juga: Seragam untuk Siswa Baru Baru Sekolah Rakyat di Pasuruan Tunggu Pusat
Lebih lanjut, Yuli menuturkan, seluruh logistik dan pemenuhan fasilitas siswa baru ini, ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos).
Berdasarkan skema dan pengalaman pada tahun ajaran sebelumnya, pendistribusian fasilitas baru terealisasi satu bulan, setelah siswa resmi masuk sekolah.
Pihak sekolah memproyeksikan seluruh fasilitas pendukung tersebut, sudah dapat diterima siswa pada September mendatang.
Meski fasilitas penunjang belum lengkap, pihak sekolah memastikan kondisi tersebut tidak akan mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar (KBM).
Sebab, agenda MPLS di SRT 2 Pasuruan, dijadwalkan berlangsung cukup panjang, yakni selama dua pekan penuh hingga pertengahan Agustus.
Proses KBM efektif baru akan dimulai, setelah masa orientasi tersebut resmi berakhir.
"Kemensos biasanya bergerak cepat. Kalau melihat tahun lalu, semua fasilitas sudah terpenuhi sebulan setelah tahun ajaran baru dimulai," beber Yuli. (riz/one)
Baca Juga: Sekolah Rakyat Kurang Guru, Pemkot Pasuruan Siap Bantu Kebutuhan Guru-Tenaga Penunjang
Editor : Moch Vikry Romadhoni