PASURUAN, Radar Bromo - Langkah Pemerintah Kota Pasuruan dalam menata wajah kawasan pusat kota, terus bergulir.
Terbaru, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melalui UPT Pasar telah merampungkan pembongkaran 25 lapak Pedagang Kaki Lima (PKL), yang selama ini menempati sisi barat Pasar Besar Kota Pasuruan.
Pembongkaran ini menjadi bagian dari skema besar sterilisasi kawasan, untuk menciptakan lingkungan pasar yang lebih rapi, bersih, dan estetis.
Seluruh pedagang terdampak, rencananya akan direlokasi ke kios porselen baru, yang pembangunannya telah diselesaikan bulan lalu.
Kepala UPT Pasar Disperindag Kota Pasuruan, Agus Setyono, menegaskan penataan ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun ini.
Meskipun lapak lama sudah dibongkar dan kios baru siap ditempati, proses perpindahan pedagang masih menunggu penyelesaian tahapan relokasi.
"Pembongkaran lapak sudah rampung dan kios lokasi baru juga sudah selesai dibangun. Kami menargetkan, relokasi fisik para pedagang bisa dilaksanakan secepatnya," ujar Agus.
Selama masa transisi dan proses administrasi berjalan, pihak UPT Pasar masih memberikan toleransi bagi para PKL, untuk berjualan sementara di lokasi lama.
Namun, Agus mengingatkan, setelah proses relokasi resmi dilakukan, seluruh area barat Pasar Besar wajib bersih dari aktivitas perdagangan jalanan.
"Pasar Besar merupakan ikon sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi Kota Pasuruan, yang letaknya terintegrasi langsung dengan stasiun kereta api. Wajah pasar yang indah dan tertata dengan baik, tentu akan memberikan dampak positif yang besar bagi perekonomian daerah," tambahnya.
Rencana sterilisasi dan penataan ulang ini, mendapat respons positif dari internal pedagang sendiri.
Wakil Ketua Paguyuban Pasar Besar, Marzuki—atau yang akrab disapa Abah Marsub—menyatakan dukungannya, dan mendesak agar proses relokasi ke kios baru dapat segera dipercepat.
Menurut Abah Marsub, kondisi pasar yang bersih dan bebas dari kesan semrawut, akan meningkatkan kenyamanan konsumen saat berbelanja.
Hal ini dinilai menjadi kunci utama untuk mendongkrak kembali volume perputaran uang, di pasar tradisional tersebut.
"Kami dari paguyuban mendorong, agar penataan ini bisa tuntas secepatnya. Pasar Besar ini pusat urat nadi ekonomi daerah. Jika kondisi pasarnya tertata baik dan nyaman, otomatis perekonomian masyarakat juga akan ikut membaik," bebernya. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin