PASURUAN, Radar Bromo-Peninggian Jembatan Book Wedi di Blandongan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan, diprediksi bisa rampung lebih cepat.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Jatim Bali menyebut, jembatan nasional itu ditargetkan bisa berfungsi awal September.
Hal ini terungkap dalam sidak yang dilakukan Komisi III DPRD Kota Pasuruan (30/7). Dalam sidak itu, diketahui progres peninggian Jembatan Book Wedi sudah mencapai 73 persen. Sehingga diprediksi bisa difungsikan lagi pada 10 September.
Sidak dilakukan pukul 09.00 dan berlangsung 30 menit. Selain Komisi III, datang juga perwakilan BBPJN VIII Jatim Bali, kontraktor PT Pesona Sakti Indonesia (PSI) serta Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan.
Pihak kontraktor dan BBPJN VIII sempat menunjukkan desain jembatan pada Komisi III. Komisi III juga mengecek dan melihat kondisi struktur atas jembatan berupa girder dan struktur bawah meliputi pilar dan fondasi.
Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan Suci Mardiko menuturkan, sidak bertujuan untuk mengetahui progres peninggian jembatan di jalur pantura itu. Ia sangat mengapresiasi sebab progres jembatan sangat positif. Dari target 68 persen pekan ini, realisasinya sudah mencapai 73 persen.
"Kontraktor dan BBPJN VIII menyebut bahwa jembatan bisa selesai awal September. Semoga selesai sesuai target dan sesuai dengan spesifikasi yang dirancang," kata Koko, sapaan akrabnya.
Komisi III berharap, peninggian jembatan Book Wedi bisa menjadi solusi dari banjir yang kerap merendam jembatan dan jalur nasional saat sungai petung meluap.
Sesuai dengan penjelasan kontraktor bahwa jembatan tidak akan terendam air sungai lagi. Sebab tinggi jembatan dengan mukai air sungai cukup jauh.
Dwi Bagus, pejabat pembuat komitmen (PPK) BBPJN VIII Jatim Bali menuturkan, progres jembatan Book Wedi sangat baik.
Kondisi ini tidak terlepas dari pemberlakuan dua sif kerja untuk mempercepat penyelesaian. Ia optimistis akhir Agustus jembatan sudah bisa diaspal.
"Selanjutnya, dilakukan uji beban. Kami targetkan awal September bisa uji beban. Sehingga 10 September sudah bisa berfungsi dilalui kendaraan," tutur Bagus.
Diketahui, Jembatan Book Wedi ditutup sejak April karena ditinggikan. Peninggian jembatan dilakukan kurang lebih tiga meter dari aspal jalan atau 110 sentimeter dari muka air.
Peninggian jembatan diharapkan jadi solusi agar air tidak lagi menghantam jembatan sehingga meluber ke jalan nasional.
Selama peninggian jembatan, kendaraan dari arah Surabaya menuju Probolinggo atau sebaliknya dan dari Malang ke Probolinggo atau sebaliknya diarahkan melalui JLS Kota Pasuruan.
Agar volume kendaraan tidak terlalu tinggi di JLS, kendaraan besar diarahkan masuk ke tol. (riz/hn)
Editor : Muhammad Fahmi