Daging Masih Jarang Masuk Menu Harian Warga Kabupaten Pasuruan

Muhamad Busthomi • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 07:02 WIB
dr. Arif Junaedi, Ketua IDI Kabupaten Pasuruan
dr. Arif Junaedi, Ketua IDI Kabupaten Pasuruan

KONSUMSI daging masyarakat Kabupaten Pasuruan, masih jauh dari ideal. Padahal, protein hewani menjadi salah satu sumber zat gizi penting untuk menunjang pertumbuhan, menjaga massa otot, hingga meningkatkan daya tahan tubuh.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi daging sapi masyarakat Kabupaten Pasuruan, hanya 0,01 kilogram per kapita per minggu. Atau, setara pengeluaran sekitar Rp1.100. Sementara, konsumsi daging ayam mencapai 0,1 kilogram per kapita per minggu dengan nilai sekitar Rp 2.150.

Rendahnya konsumsi tersebut dipengaruhi berbagai faktor. Selain daya beli, daging masih dipandang sebagai makanan yang dikonsumsi pada momen tertentu, seperti hari raya atau hajatan keluarga.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pasuruan dr. Arif Junaedi menjelaskan, protein hewani memiliki keunggulan. Mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. “Protein adalah salah satu makronutrien yang esensial, yang berfungsi sebagai bahan dasar untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, termasuk otot, kulit, dan organ,” katanya.

Daging merah juga menjadi sumber zat besi heme yang lebih mudah diserap tubuh dibandingkan zat besi dari bahan pangan nabati. Kandungan vitamin B12 di dalamnya juga berperan penting bagi fungsi saraf dan pembentukan sel darah merah.

Meski demikian, konsumsi daging tetap harus dilakukan secara bijak. Masyarakat disarankan memilih potongan daging rendah lemak serta mengimbanginya dengan sayur dan sumber karbohidrat sehat. Agar kebutuhan gizi terpenuhi tanpa meningkatkan risiko penyakit degeneratif.

“Memilih potongan daging yang lebih lean atau rendah lemak, dan mengimbangi dengan banyak sayuran dan sumber karbohidrat sehat, dapat membantu menjaga pola makan yang seimbang,” jelas Arif.

Dengan pola konsumsi yang tepat, protein hewani tetap menjadi bagian penting dalam menu gizi seimbang. Terutama bagi anak-anak pada masa pertumbuhan, ibu hamil hingga kelompok lanjut usia yang membutuhkan asupan protein lebih tinggi. (tom/rud)

 

 

 

Belanja Rokok 20 Kali Lipat Daging

PERSOALAN gizi masyarakat bukan hanya soal rendahnya konsumsi protein hewani. Data menunjukkan, pengeluaran untuk rokok justru hampir 20 kali lebih besar dibandingkan belanja daging sapi.

BPS Kabupaten Pasuruan mencatat, rata-rata pengeluaran rokok masyarakat Kabupaten Pasuruan mencapai Rp 21.605 per kapita per minggu. Sebaliknya, pengeluaran untuk daging sapi hanya sekitar Rp 1.100 per kapita per minggu. Perbandingan tersebut menjadi ironi di tengah masih tingginya persoalan gizi dan penyakit tidak menular.

Ketua IDI Kabupaten Pasuruan dr. Arif Junaedi menilai kondisi tersebut patut menjadi perhatian bersama karena menyangkut prioritas pengeluaran rumah tangga. “Keprihatinan yang mendalam muncul ketika melihat fakta tersebut. Masyarakat masih menghabiskan sebagian besar pendapatan mereka untuk konsumsi rokok,” katanya.

Menurutnya, dalam kondisi ekonomi yang terbatas, kebutuhan pangan bergizi semestinya mendapat prioritas dibandingkan konsumsi rokok. “Dalam situasi ekonomi yang sulit, di mana kebutuhan dasar seperti makanan, pendidikan, dan kesehatan seharusnya menjadi prioritas utama, pengeluaran untuk rokok justru menjadi beban tambahan yang mengkhawatirkan,” lanjutnya.

Fenomena itu juga berpengaruh terhadap kualitas kesehatan keluarga. Ketika anggaran lebih banyak terserap untuk rokok, ruang untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi menjadi semakin sempit.

Karena itu, edukasi mengenai pola konsumsi sehat dinilai perlu terus diperkuat. Tidak hanya mendorong masyarakat mengonsumsi protein hewani maupun nabati secara seimbang, tetapi juga mengurangi pengeluaran untuk rokok yang tidak memberi manfaat kesehatan.

“Pendidikan tentang pola makan sehat dapat membantu masyarakat memahami manfaat dari berbagai sumber protein, baik hewani maupun nabati, juga tentang bahaya rokok. Ini tidak hanya baik untuk kesehatan individu dan keluarga, tetapi juga untuk pertimbangan ekonomi keluarga,” jelas Arif. (tom/rud)

 

BELANJA ROKOK KALAHKAN DAGING

Belanja per Kapita per Minggu

Rokok                 : Rp 21.605

Daging sapi       : Rp 1.100

Daging ayam     : Rp 2.150

 

Konsumsi Daging Masih Rendah

(Per Kapita per Minggu)

·      Daging sapi 0,01 Kg

·      Daging ayam 0,10 Kg

 

Fakta

Belanja rokok hampir 20 kali lebih besar daripada belanja daging sapi. Kondisi ini menunjukkan prioritas konsumsi rumah tangga masih belum berpihak pada pemenuhan gizi.

 

*) Sumber: BPS Kabupaten Pasuruan  

 

Mengapa Protein Hewani Penting?

·      Membentuk dan memperbaiki jaringan tubuh

·      Mendukung pertumbuhan anak

·      Menjaga massa otot

·      Membantu pembentukan sel darah merah

·      Meningkatkan daya tahan tubuh

·      Sumber vitamin B12 dan zat besi

Editor : Fahreza Nuraga
ideal daging Hewani pasuruan