PASURUAN, Radar Bromo-Aktivitas penipuan transaksi keuangan di wilayah Pasuruan, tinggi. Otoritas jasa keuangan (OJK) Malang menerima laporan penipuan sebanyak 1.261 kali. Mayoritas didominasi oleh jual beli online.
Kepala OJK Malang, Farid Faletehan menuturkan penipuan transaksi keuangan di Pasuruan sering terjadi.
Ada 1.261 laporan yang diterima oleh OJK selama setahun terakhir. Modus yang dilancarkan oleh pelaku beragam.
Mulai dari penipuan transaksi jual beli online dengan 487 laporan, penipuan mengaku pihak lain sebanyak 239 laporan dan penipuan investasi sebanyak 229 laporan.
Adapula modus penipuan penawaran kerja dengan 161 laporan serta penipuan terkait keuangan lainnya sebanyak 145 laporan.
"Ada 1.261 laporan penipuan transaksi keuangan yang kami terima. Paling banyak adalah jual beli online sebanyak 15,6 persen dari laporan," jelas Farid.
Ia menerangkan modus yang dilancarkan pelaku untuk menipu korban cukup lihai. Misal dalam jual beli online, saat korban hendak membeli barang seperti emas di media sosial, pelaku akan mengalihkan dengan alasan untuk pengurusan dokumen luar negeri. Dan korban diminta untuk mentransfer dana.
Adapula penipuan mengaku pihak lain, pelaku akan mengaku sebagai admin penginapan atau villa populer untuk menerima pembayaran booking.
Namun nomor itu bukan milik pihak resmi. Adapula penipuan penawaran kerja, dimana korban dimasukkan ke dalam grup lalu diminta top up dana dan ditransfer ke akun milik pelaku untuk dapat komisi.
Namun komisi tidak pernah diberikan. Sementara penipuan investasi, modus yang paling sering dialami oleh korban adalah korban diminta deposit ke aplikasi investasi bodong dengan iming iming hadiah dua kali lipat dari total deposit. Namun dana tidak dapat ditarik dan operator menghilang.
"Kami mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya. Pastikan dahulu. Apalagi sampai diarahkan untuk mentranfer sejumlah uang demi komisi atau kelancaran pembelian," tutur Farid.
Laporan Penipuan yang Banyak Diterima
Jenis Banyaknya
Transaksi jual beli online 487 laporan
Mengaku Pihak Lain 239 laporan
Investasi 229 laporan
Penawaran Kerja 161 laporan
Terkait keuangan lainnya 145 laporan
Sumber: Otoritas Jasa Keuangan
(riz/fun)
Editor : Fandi Armanto