PASURUAN, Radar Bromo-Musim kemarau yang disertai angin kencang mulai meningkatkan potensi kebakaran di wilayah Pasuruan. Bahkan saat Sabtu (25/7), dalam sehari tiga kejadian insiden kebakaran terjadi di Kota Pasuruan.
Mulai kebakaran yang melanda gudang kayu milik PT Kuantum Persada hingga dua lahan kosong yang diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah. Kondisi tersebut membuat BPBD Kota dan Pasuruan Pasuruan hingga jajaran kepolisian serentak mengeluarkan imbauan agar masyarakat lebih waspada.
Kebakaran terbesar terjadi di gudang kayu PT Kuantum Persada di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Randusari, Kecamatan Gadingrejo. Api diduga mulai muncul sekitar pukul 06.00 akibat korsleting listrik dan menghanguskan gudang seluas kurang lebih 300 meter persegi. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 500 juta.
Laporan kebakaran ini diterima Mako Pemadam Kebakaran pukul 06.47. Dua menit kemudian personel PMK dan Pusdalops BPBD Kota Pasuruan menuju lokasi. Setiba di lokasi pukul 07.00, petugas langsung melakukan pemadaman dan pembasahan hingga api berhasil dikendalikan. Penanganan selesai sekitar pukul 10.30.
Dalam operasi tersebut diterjunkan satu unit damkar berkapasitas 3.500 liter, satu unit mobil suplai 5.000 liter milik Kota Pasuruan, serta satu unit damkar 5.000 liter milik Kabupaten Pasuruan. Penanganan melibatkan personel BPBD Kota Pasuruan, BPBD Kabupaten Pasuruan, TNI-Polri, Redkar, dan warga sekitar.
Masih di hari yang sama, sekitar pukul 09.15, kebakaran lahan kosong terjadi di Jalan Jambangan II RT 7 RW 2, Kelurahan Purworejo. Api diduga berasal dari pembakaran sampah hingga membakar bambu dan tumpukan sampah di lahan sekitar 50 meter persegi. Tidak ada kerugian material dalam kejadian tersebut.
Hingga di malam hari, kebakaran lahan kembali terjadi di Jalan Parasrejo RT 12 RW 05, Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo. Api diduga juga dipicu pembakaran sampah dan membakar alang-alang seluas sekitar 100 meter persegi. Berkat respons cepat petugas, api berhasil dipadamkan sebelum meluas.
Personel Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pasuruan Anang Sururin mengatakan seluruh kejadian berhasil ditangani dan dilanjutkan dengan proses pembasahan agar tidak muncul titik api baru.
"Petugas sudah menyelesaikan penanganan seluruh kejadian dan kembali ke Mako BPBD. Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas lain yang menggunakan api karena saat musim kemarau disertai angin kencang api sangat mudah merambat," katanya.
Menurut Anang, BPBD juga sempat menerima informasi adanya dugaan kebakaran di SMA Negeri 1 Pasuruan. Namun setelah dilakukan pengecekan, informasi tersebut dipastikan tidak benar.
"Ternyata hanya aktivitas petugas kebersihan sekolah yang membakar ranting kering. Karena video diambil dari kejauhan dan di-zoom, terlihat seolah-olah api berada di dekat bangunan sekolah. Ke depan sebaiknya tidak ada lagi aktivitas pembakaran ranting ataupun sampah di lingkungan sekolah agar tidak menimbulkan kepanikan maupun potensi kebakaran," jelasnya.
Meningkatnya kejadian kebakaran juga mendapat perhatian Polres Pasuruan Kota. Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
"Memasuki musim kemarau yang disertai angin kencang, kami mengimbau masyarakat Kota Pasuruan agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat pembakaran sampah, puntung rokok, maupun aktivitas lain yang menggunakan api terbuka," ujarnya.
Kepolisian mengingatkan masyarakat agar memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi, tidak membakar sampah saat cuaca panas dan berangin, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, menjauhkan bahan mudah terbakar dari sumber api, serta segera melaporkan apabila terjadi kebakaran.
Senada dengan itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi meminta masyarakat ikut berperan aktif mencegah kebakaran lahan dan hutan (karhutla) selama musim kemarau.
"Kebakaran lahan dan hutan bukan masalah sepele. Bahaya yang ditimbulkan sangat nyata, mulai dari menimbulkan gangguan pernapasan bagi warga, kerusakan pada flora dan fauna, hingga mengganggu pandangan di jalan yang dapat berakibat fatal memicu kecelakaan lalu lintas," tegas Sugeng.
BPBD Kabupaten Pasuruan mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area yang kering. Selain itu masyarakat diminta tidak meninggalkan bara api bekas pembakaran, serta tidak membakar susuran ranting maupun sampah di pekarangan tanpa pengawasan.
Sugeng menambahkan, kampanye pencegahan tahun ini mengusung semangat "Cegah Kebakaran, Selamatkan Bumi Kita". "Mari bersama-sama kita jaga alam, jaga kehidupan, untuk masa depan yang lebih baik," ajaknya.
Untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran, masyarakat diminta segera melapor melalui Call Center 110 Polres Pasuruan Kota, Call Center BPBD Kota Pasuruan 0822-4529-5448, maupun Call Center 112 dan Pusdalops BPBD Kabupaten Pasuruan di 0812-2000-2407. Seluruh instansi berharap meningkatnya kewaspadaan masyarakat dapat menekan angka kebakaran selama musim kemarau sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran lahan dan hutan yang lebih luas. (zen/fun)
Editor : Abdul Wahid