Enam Mahasiswi Umsida yang KKN di Tosari Pasuruan Keracunan,Diduga Hirup Asap Arang di Ruangan Tertutup

Fuad Alyzen • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 10:15 WIB
LEMAS: Mahasiswi yang keracunan mendapat perawatan medis di Puskesmas Tosari Jumat (24/7). (Foto: Polsek Tosari for Jawa Pos Radar Bromo)
LEMAS: Mahasiswi yang keracunan mendapat perawatan medis di Puskesmas Tosari Jumat (24/7). (Foto: Polsek Tosari for Jawa Pos Radar Bromo)

 

TOSARI, Radar Bromo – Enam mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) nyaris mati lemas. Mereka mendadak sesak nafas karena diduga mengalami keracunan asap arang saat menginap di sebuah homestay di Dusun Ledoksari, Desa Tosari, Kecamatan Tosari, Jumat (24/7) dini hari.

Beruntung, seluruh korban segera mendapatkan penanganan medis. Hingga kondisinya berangsur membaik.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 05.30. Keenam korban masing-masing Dinda Aulia Putri, 22; Dini Ali Safitri, 21; Hananum Hayati, 21; Kuntu Fi Amanillah, 21; Sherly Eka Magareta, 21. Kelimanya asal Sidoarjo. Satu lagi adalah Sherly Widya Tama, 22, yang berasal dari Pasuruan;

Seluruh korban mengalami gejala sesak napas, pusing, mual, hingga muntah-muntah. Mereka kemudian dibawa ke Puskesmas Tosari untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Tosari Iptu Sumbut Pujaningwang menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, kejadian bermula saat para mahasiswa menyalakan arang di ruang tamu homestay sekitar pukul 00.10. Arang itu menjadi penghangat karena hawa di Tosari memang dingin.

Sekitar pukul 01.30, keenam mahasiswi tidur di ruang tamu. Sementara mahasiswa lainnya beristirahat di ruang belakang.

Beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 03.30, salah seorang korban terbangun karena merasa pusing. Saat menuju toilet, korban mulai merasakan mual.

"Pada sekitar pukul 05.30, salah satu korban meminta tolong kepada teman-temannya yang tidur di ruang belakang karena kondisinya sudah lemas. Teman-temannya sempat memberikan minyak kayu putih sebelum akhirnya meminta bantuan petugas kesehatan," ujar Iptu Sumbut Pujaningwang.

Sekitar pukul 06.15, rekan korban menghubungi Puskesmas Tosari. Petugas medis kemudian datang dan membawa enam korban ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan.

"Setelah dilakukan perawatan oleh tim medis, kondisi seluruh korban berangsur membaik. Mereka sudah diperbolehkan makan dan minum serta dipulangkan pada hari yang sama," tambahnya.

Kapolsek menjelaskan, total terdapat 12 mahasiswa KKN UMSIDA yang menginap di homestay tersebut, terdiri dari sembilan perempuan dan tiga laki-laki. Namun, hanya enam mahasiswi yang tidur di ruang tamu mengalami keracunan.

Dugaan sementara, keracunan terjadi akibat asap arang yang digunakan di dalam ruangan tertutup. Pintu ruangan diduga dalam kondisi tertutup sehingga asap tidak dapat keluar dan akhirnya terhirup para korban saat tidur.

"Diduga korban menyalakan arang di dalam ruangan dengan kondisi pintu tertutup sehingga asap terperangkap di dalam ruangan dan terhirup saat mereka beristirahat. Kami mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan arang atau sumber pembakaran lain di ruangan yang minim ventilasi karena sangat berbahaya," tegas Iptu Sumbut Pujaningwang.

Kapolsek memastikan penanganan cepat dari tenaga kesehatan berhasil mencegah kondisi korban menjadi lebih parah. "Seluruh korban sudah membaik dan situasi secara umum aman serta terkendali," pungkasnya. (zen/fun)

Editor : Abdul Wahid
kkn umsida tosari keracunan