PASURUAN, Radar Bromo — Pemerintah Kabupaten Pasuruan tengah mematangkan rencana besar untuk menyulap tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, menjadi sumber energi listrik (Waste to Energy).
Langkah taktis ini diambil, tidak hanya sebagai solusi jangka panjang mengatasi kelebihan muatan sampah.
Tetapi juga menjadi jawaban konkret dalam memenuhi regulasi ramah lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Nur Kholis, mengungkapkan tata kelola sampah di TPA Wonokerto, harus segera ditingkatkan ke tahap yang lebih modern.
Wacana mengubah sampah menjadi tenaga listrik, dinilai sebagai opsi terbaik.
Agar limbah padat yang selama ini menjadi masalah klasik, bisa bertransformasi menjadi komoditas yang berdaya guna tinggi bagi masyarakat.
“Kami akan memanfaatkan sampah di TPA, untuk mengubahnya sebagai tenaga listrik. Dengan demikian, keberadaan sampah ini nantinya jauh lebih berguna dan memiliki nilai manfaat baru,” ujar Nur Kholis.
Proyek pengolahan sampah menjadi listrik (PLTSa) ini, menjadi urgensi tersendiri bagi Pemkab Pasuruan.
Baca Juga: DLH Kabupaten Pasuruan Siapkan Rp 2,9 Miliar untuk Jinakkan Lindi di TPA Wonokerto
Pasalnya, KLHK telah menetapkan regulasi ketat yang mewajibkan seluruh daerah menghapus dan menutup sistem pembuangan sampah terbuka (open dumping) di TPA paling lambat akhir tahun 2026.
Transisi menuju teknologi Waste to Energy di TPA Wonokerto, diproyeksikan mampu menyelamatkan daerah dari ancaman sanksi lingkungan, sekaligus memperbaiki indeks kualitas udara dan air di sekitar kawasan Sukorejo.
Nur Kholis tidak menampik bahwa pembangunan infrastruktur teknologi pengolahan sampah modern, membutuhkan investasi yang sangat besar.
Oleh karena itu, demi menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemkab Pasuruan memutuskan untuk melibatkan pihak ketiga atau investor swasta, dalam merealisasikan proyek strategis ini.
“Sekarang masih tahap penjajakan. Bila terealisasi, tentu ini akan menjadi solusi untuk mengatasi persoalan sampah di TPA,” paparnya. (one)
Baca Juga: Timbunan Sampah di TPA Kabupaten Pasuruan Diklaim Mulai Berkurang Kurun Lima Tahun Ini
Editor : Moch Vikry Romadhoni