Insiden Peluru Nyasar di Alastlogo, Anggota DPRD Eko Suryono: Negara Harus Hadir, Begini Kata Perwakilan TNI AL

Fahrizal Firmani • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 19:30 WIB
Komandan Latihan Korps Bintara Lantamal Letkol Marinir Bangkit Setiawan (pakai baju marinir) saat menemui massa yang memblokade jalan pantura depan Makolatmar Grati, Kamis (23/7). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
Komandan Latihan Korps Bintara Lantamal Letkol Marinir Bangkit Setiawan (pakai baju marinir) saat menemui massa yang memblokade jalan pantura depan Makolatmar Grati, Kamis (23/7). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

GRATI, Radar Bromo-Aksi blokade jalan pantura di depan Makolatmar Grati, Kabupaten Pasuruan berjalan cukup lama. Hingga sekitar 6,5 jam.

Sebab, perundingan untuk memenuhi tuntutan masyarakat cukup alot. Masyarakat meminta agar pelatihan militer untuk sementara tak digelar lagi dan ditulis di atas materai.

Aksi blokade jalan itu ikut mendapat atensi dari Pemkab dan DPRD Kabupaten Pasuruan.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan Eko Suryono dan Sugiyanto datang ke lokasi sekitar pukul 13.30. Sekda Kabupaten Pasuruan Yuda Tri Widya Sasongko juga turut hadir selama blokade, sekitar pukul 14.30.

Eko Suryono meminta agar pihak TNI AL mematuhi komitmen yang telah disampaikan oleh pemerintah pusat.

Yakni, menyelesaikan sengketa agraria di 10 desa termasuk Alastlogo.

Pihaknya berharap agar tidak ada lagi insiden serupa berupa peluru nyasar dengan menghentikan pelatihan di lokasi.

"Seluruh rakyat Alastlogo ini membayar pajak ke negara yang digunakan untuk membiayai APBN termasuk kebutuhan militer. Kami minta agar tidak ada lagi pelatihan ke depannya," jelas Eko.

Baca Juga: Peluru Nyasar di Alastlogo Lekok Terjadi Dua Hari Beruntun, Sekdes Sebut Nyaris Kena Anak Kecil

“Kami datang untuk memenuhi panaggilan rakyat. Hari ini rakyat sedang mengalami penderitaan,” jelas Eko.

Ia memaparkan, Rabu insiden peluru nyasar sudah terjadi. Kamis pagi peluru nyasar kembali berulang. “Bahkan, masyarakat menganggap sebagai hujan peluru. Ini adalah tanggung jawab negara untuk hadir,” jelas Eko.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat hari ini sederhana saja. Yakni, ingin dilihat sebagai rakyat seutuhnya. “Ingin rasa aman seutuhnya. Masyarakat tidak ingin ada pelor-pelor,” terangnya.

Di sisi lain, Komandan Latihan Korps Bintara Lantamal Letkol Marinir Bangkit Setiawan mengatakan, dia memohon maaf atas adanya peluru nyasar saat pelatihan berlangsung.

Pihaknya setuju untuk menghentikan pelatihan di Alastlogo demi kenyamanan masyarakat.

Baca Juga: Blokade Jalan Pantura yang Dilakukan Massa Berawal Peluru Nyasar ke Rumah Warga Dua Hari Berturut-Turut

Namun, ke depan pihaknya tidak bisa memastikan latihan tetap berhenti. Sebab, itu bukan kewenangan darinya untuk memastikan.

"Saya bisa membuat surat pernyataan untuk menghentikan pelatihan menembak. Namun saya bukan pengambil keputusan. Sebab saya punya atasan," jelas Bangkit saat menemui aksi massa di depan Kolatmar.

Aksi massa memblokade jalan baru berakhir sekitar pukul 17.10.  Kendaraan akhirnya bisa melintas lagi di jalur pantura setelah blokade dibuka. (riz/fun)

Editor : Muhammad Fahmi
pasuruan makolatmar pantura Alastlogo peluru nyasar