Blokade Jalan Pantura yang Dilakukan Massa Berawal Peluru Nyasar ke Rumah Warga Dua Hari Berturut-Turut

Fahrizal Firmani • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 18:35 WIB
BIKIN RESAH: Proyektil peluru yang ditemukan di rumah warga Desa Alastlogo pada Rabu (22/7) sore. (Foto: Istimewa)
BIKIN RESAH: Proyektil peluru yang ditemukan di rumah warga Desa Alastlogo pada Rabu (22/7) sore. (Foto: Istimewa)

 

PASURUAN, Radar Bromo-Aksi blokade jalur pantura Pasuruan selama 6,5 jam yang dilakukan warga tak terlepas dari insiden peristiwa peluru nyasar yang terjadi Rabu (22/7) di Dusun Krajan Barat, Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok.

Peluru nyasar itu mengenai rumah warga. Ada empat peluru yang ditemukan di sekitar rumah warga. Bahkan, salah satu peluru disebut hampir mengenai seorang balita.

Sekdes Alastlogo, Sugiyanto menyebut, selama dua hari terakhir sudah terjadi tujuh peluru nyasar. Pada Rabu, ada tiga peluru yang ditemukan di sekitar rumah warga.

Peluru itu mengenai atap rumah Amin, genting rumah Solihin, asbes rumah Anam serta genting milik Yanto. Semuanya adalah warga RT 2 RW 3 Dusun Krajan Barat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Hingga Kamis (23/7), peristiwa peluru nyasar kembali terjadi. Satu peluru kembali mengenai rumah Amin. Sementara tiga peluru lainnya mengeni atap dan genting rumah milik Sunar, Misnali dan Sartono. Seperti peristiwa di hari sebelumnya, peluru nyasar itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

"Sebenarnya peluru yang nyasar ke rumah warga lebih dari itu. Sebab suara tembakan yang terdengar itu berulang kali. Tapi yang ketemu cuma itu (tujuh, red)," jelas Sugiyanto.

Amin, salah seorang warga yang terdampak peluru nyasar menuturkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00.

Saat itu, anaknya yang masih berusia tiga tahun tengah bermain di teras rumah. Sementara dirinya tengah beristirahat di dalam rumah. Peluru itu hampir mengenai anaknya.

"Syukur tidak sampai melukai anak saya. Tapi ini sangat membahayakan. Kami minta agar latihan dihentikan agar tidak ada korban jiwa," pungkas Amin.

TUTUP TOTAL: Aksi ratusan warga saat menutup jalur pantura Pasuruan, Kamis (23/7) siang. Aksi ini dilakukan hingga 6,5 jam. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
TUTUP TOTAL: Aksi ratusan warga saat menutup jalur pantura Pasuruan, Kamis (23/7) siang. Aksi ini dilakukan hingga 6,5 jam. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Diketahui, insiden peluru nyasar kembali terjadi di kawasan sekitar pusat latihan pertempuran (puslatpur) Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, rabu (22/7).

Empat rumah warga dilaporkan terkena proyektil dari aktivitas latihan militer dan peluru yang ditemukan di lokasi hanya tiga buah. (riz/fun)

Editor : Fandi Armanto
makolamtmar grati Alastrlogo jalur pantura peluru nyasar