
GRATI, Radar Bromo-Insiden peluru nyasar ke sejumlah rumah warga di Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan berbuntut. Rabu siang (23/7), ratusan warga Alastlogo Lekok, melurug Markas Komando Latih Koprs Marinir (Makolatmar) yang terletak di pintura Grati.
Aksi warga membuat akses jalan nasional pantura yang menghubungkan Surabaya dengan Banyuwangi di Grati itu lumpuh.
Aksi spontan warga ini merupakan bentuk protes keras warga atas insiden sejumlah peluru yang nyasar ke rumah-rumah penduduk di sekitar area latihan.
Aksi yang berlangsung di depan markas militer tersebut menyebabkan arus lalu lintas di jalur vital pantura Jawa Timur lumpuh total, dengan antrean kendaraan yang mengular panjang dari kedua arah.
Warga mendesak pihak Kolatmar Grati dan instansi terkait untuk segera mengevaluasi kegiatan latihan serta memberikan jaminan keamanan bagi warga sekitar.
Diketahui, insiden peluru nyasar kembali terjadi di kawasan sekitar Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Rabu (22/7).
Baca Juga: Peluru Nyasar Kembali Terjang Empat Rumah Warga Alastlogo Lekok Pasuruan, Bikin Warga Waswas
Empat rumah warga dilaporkan terdampak proyektil yang diduga berasal dari aktivitas latihan militer.
Peristiwa tersebut kembali memicu kepanikan sekaligus menambah daftar panjang insiden serupa yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.
Salah satu rumah yang terdampak merupakan milik Amin, warga Dusun Krajan, Desa Alastlogo.
Sebuah proyektil ditemukan menancap di tembok rumahnya. Selain itu, beberapa proyektil lain juga dilaporkan mengenai bagian atap rumah dan kandang ternak milik warga.
Hingga Rabu petang, aparat kepolisian masih melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang terdampak serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Sementara itu, warga berharap ada langkah nyata dari seluruh pihak terkait agar insiden peluru nyasar yang berulang selama bertahun-tahun tidak kembali mengancam keselamatan masyarakat di sekitar kawasan latihan militer. (ube/mie)
Editor : Muhammad Fahmi