LEKOK, Radar Bromo-Insiden peluru nyasar ke sejumlah rumah warga di Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan pada Rabu (22/7), kembali jadi perhatian.
Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Pasuruan-Probolinggo, Multazamudz Dzikri, mengaku sudah menerima laporan langsung dari masyarakat terkait kejadian tersebut.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, peluru ditemukan di empat rumah warga yang berbeda.
"Informasinya kembali ada tragedi peluru nyasar ke rumah warga. Tidak tanggung-tanngung, ditemukan peluru di empat rumah warga berbeda di Desa Alastlogo," katanya.
Menurut Sekretaris DPW PKB Jawa Timur tersebut, meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian itu telah menimbulkan trauma berkepanjangan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan latihan militer.
"Meski tidak ada korban, tapi kejadian ini cukup membuat warga gaduh. Ini tidak bisa dibiarkan, harus menjadi perhatian bersama," ujarnya.
Baca Juga: Peluru Nyasar Kembali Terjang Empat Rumah Warga Alastlogo Lekok Pasuruan, Bikin Warga Waswas
Multazam mendesak seluruh pemangku kepentingan segera mengambil langkah konkret agar insiden serupa tidak terus berulang.
Ia menilai keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama sehingga aktivitas latihan militer tidak lagi membahayakan permukiman warga.
"Kami mohon kebijaksanaan para pemangku kebijakan agar persoalan ini tidak kembali terjadi. Warga cukup trauma, terlebih kejadian seperti ini sering terjadi," tegasnya.
Ia mengingatkan, persoalan peluru nyasar bukanlah masalah baru. Saat masyarakat Pasuruan bersama DPRD Jawa Timur melakukan rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI terkait sengketa lahan antara warga dan TNI Angkatan Laut di Kecamatan Lekok dan Nguling yang telah berlangsung lebih dari 65 tahun, persoalan keamanan akibat latihan militer juga menjadi salah satu pembahasan.
Dalam rapat tersebut, Komisi II DPR RI merekomendasikan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian ATR/BPN berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan serta Kementerian Keuangan untuk mempercepat penyelesaian persoalan pertanahan di 10 desa di Kecamatan Lekok dan Nguling.
Namun, hingga kini, menurut Multazam, rekomendasi tersebut belum menunjukkan tindak lanjut yang nyata.
"Tapi sayangnya belum kelihatan konkret langkah dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian ATR/BPN. Kami mohon teman-teman Komisi II juga bisa mempertanyakan hasil rekomendasi RDP kepada dua kementerian itu," ucapnya.
Ia juga mengungkapkan, rapat terbatas yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta Pemerintah Kabupaten Pasuruan sempat merekomendasikan pembentukan tim ad hoc untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.
Namun hingga kini, rekomendasi tersebut juga belum menunjukkan perkembangan berarti.
"Tapi sayangnya, belum kelihatan juga tindak lanjut dari pertemuan itu," imbuhnya.
Baca Juga: Ada Peluru Nyasar ke Rumah Warga Alastlogo Lekok Pasuruan, Puslatpur 3 Grati Masih Mendalami
Di sisi lain, pihak Puslatpur 3 Grati menyatakan masih melakukan pendalaman terkait informasi yang beredar. Paur PAM Puslatpur 3 Grati, Lettu Marinir Sutikno, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan penjelasan lebih rinci karena masih melakukan pengecekan.
"Mohon maaf, Pak. Saya masih sibuk melatih SPPI. Terkait peluru nyasar masih kami dalami karena informasi yang kami terima masih tumpang siur dan belum jelas," ujarnya saat dikonfirmasi Radar Bromo.
Diketahui, insiden peluru nyasar kembali terjadi di kawasan sekitar Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Rabu (22/7).
Empat rumah warga dilaporkan terdampak proyektil yang diduga berasal dari aktivitas latihan militer.
Peristiwa tersebut kembali memicu kepanikan sekaligus menambah daftar panjang insiden serupa yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.
Kali ini, insiden peluru nyasar diketahui sekitar pukul 14.00 WIB. Warga berbondong-bondong mendatangi rumah-rumah yang terdampak setelah terdengar suara benturan keras dari arah permukiman.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat proyektil yang menghantam tembok, genting, hingga kandang kambing.
Salah satu rumah yang terdampak merupakan milik Amin, warga Dusun Krajan, Desa Alastlogo.
Sebuah proyektil ditemukan menancap di tembok rumahnya. Selain itu, beberapa proyektil lain juga dilaporkan mengenai bagian atap rumah dan kandang ternak milik warga.
Hingga Rabu petang, aparat kepolisian masih melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang terdampak serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Sementara itu, warga berharap ada langkah nyata dari seluruh pihak terkait agar insiden peluru nyasar yang berulang selama bertahun-tahun tidak kembali mengancam keselamatan masyarakat di sekitar kawasan latihan militer. (zen/mie)
Editor : Muhammad Fahmi