LEKOK, Radar Bromo-Kabar adanya kembali insiden peluru nyasar ke rumah warga di kawasan sekitar Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Rabu (22/7) juga ditanggapi pihak Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpur 3) Grati.
Pihak Puslatpur 3 masih melakukan pendalaman terkait informasi peluru nyasar di rumah warga yang beredar tersebut.
Hal itu diungkap Paur PAM Puslatpur 3 Grati, Lettu Marinir Sutikno. Menurutnya, pihaknya belum dapat memberikan penjelasan lebih rinci karena masih melakukan pengecekan.
"Mohon maaf, Pak. Saya masih sibuk melatih SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia). Terkait peluru nyasar, masih kami dalami karena informasi yang kami terima masih simpang siur dan belum jelas," ujar Sutikno saat dikonfirmasi Radar Bromo.
Diketahui, insiden peluru nyasar kembali terjadi di kawasan sekitar Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Rabu (22/7).
Empat rumah warga dilaporkan terdampak proyektil yang diduga berasal dari aktivitas latihan militer.
Baca Juga: Peluru Nyasar Kembali Terjang Empat Rumah Warga Alastlogo Lekok Pasuruan, Bikin Warga Waswas
Peristiwa tersebut kembali memicu kepanikan sekaligus menambah daftar panjang insiden serupa yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.
Kali ini, insiden peluru nyasar diketahui sekitar pukul 14.00 WIB. Warga berbondong-bondong mendatangi rumah-rumah yang terdampak setelah terdengar suara benturan keras dari arah permukiman.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat proyektil yang menghantam tembok, genting, hingga kandang kambing.
Salah satu rumah yang terdampak merupakan milik Amin, warga Dusun Krajan, Desa Alastlogo.
Sebuah proyektil ditemukan menancap di tembok rumahnya. Selain itu, beberapa proyektil lain juga dilaporkan mengenai bagian atap rumah dan kandang ternak milik warga.
Hingga Rabu petang, aparat kepolisian masih melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang terdampak serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Sementara itu, warga berharap ada langkah nyata dari seluruh pihak terkait agar insiden peluru nyasar yang berulang selama bertahun-tahun tidak kembali mengancam keselamatan masyarakat di sekitar kawasan latihan militer. (zen/mie)
Editor : Muhammad Fahmi