LEKOK, Radar Bromo– Insiden peluru nyasar kembali terjadi di kawasan sekitar Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Rabu (22/7).
Empat rumah warga dilaporkan terdampak proyektil yang diduga berasal dari aktivitas latihan militer.
Peristiwa tersebut kembali memicu kepanikan sekaligus menambah daftar panjang insiden serupa yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.
Kali ini, insiden peluru nyasar diketahui sekitar pukul 14.00 WIB. Warga berbondong-bondong mendatangi rumah-rumah yang terdampak setelah terdengar suara benturan keras dari arah permukiman.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat proyektil yang menghantam tembok, genting, hingga kandang kambing.
Salah satu rumah yang terdampak merupakan milik Amin, warga Dusun Krajan, Desa Alastlogo.
Sebuah proyektil ditemukan menancap di tembok rumahnya. Selain itu, beberapa proyektil lain juga dilaporkan mengenai bagian atap rumah dan kandang ternak milik warga.
Ketua RT 1 Desa Alastlogo, Solihin, 36, mengaku pertama kali mengetahui kejadian itu setelah mendapat kabar dari ketua RT lain di desanya.
Saat mendatangi lokasi, suasana sudah ramai dipenuhi warga yang ingin memastikan kondisi para penghuni rumah.
"Saya dikabari RT sebelah sekitar jam 14.00. Kronologinya saya belum tahu pasti. Yang saya tahu warga sudah berkumpul di rumah korban," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bromo.
Menurut Solihin, rumah yang terdampak bukan hanya satu. Berdasarkan informasi yang diterimanya, ada beberapa rumah yang menjadi sasaran peluru nyasar. "Bukan satu rumah saja, banyak rumah yang jadi korban peluru nyasar," katanya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sedikitnya empat rumah warga mengalami kerusakan. Proyektil ditemukan menancap di tembok rumah, merusak genting, hingga mengenai kandang kambing.
Kondisi tersebut membuat warga kembali diliputi rasa khawatir, mengingat insiden serupa sudah beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.
Tak lama setelah menerima laporan, petugas dari Polsek Lekok bersama unsur Muspika mendatangi lokasi. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan proyektil yang ditemukan, serta mendata rumah-rumah yang terdampak.
Kapolsek Lekok AKP Mawan Budi membenarkan adanya laporan mengenai proyektil yang diduga berasal dari aktivitas latihan di kawasan Puslatpur.
"Pada hari Rabu, 22 Juli 2026, terdapat laporan adanya proyektil peluru yang menancap di tembok rumah warga atas nama Amin di Dusun Krajan, Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok. Diduga proyektil tersebut merupakan peluru nyasar dari aktivitas latihan di pusat latihan tempur," ujarnya.
Mawan mengatakan, proyektil yang ditemukan tidak hanya satu. Berdasarkan hasil pendataan awal, jumlahnya lebih dari tiga butir dan mengenai beberapa titik.
"Peluru tersebut lebih dari tiga butir. Ada yang mengenai tembok rumah, genting, dan kandang kambing sehingga membuat warga setempat panik," jelasnya.
Meski demikian, situasi di lokasi telah berhasil dikendalikan. Polisi bersama Muspika mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.
"Kami mengimbau warga tetap tenang dan tidak provokatif melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Aspirasi warga juga dibantu oleh Muspika dengan mendatangi pihak Puslatpur," tegas Kapolsek. (zen/mie)
Editor : Muhammad Fahmi