PASURUAN, Radar Bromo- Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Pasuruan masih kekurangan guru dan sejumlah tenaga penunjang. Pemerintah Pusat meminta Pemkot Pasuruan untuk memenuhi kekurangan tersebut.
Pemerintah Pusat masih berusaha memenuhi kebutuhan guru dan tenaga penunjang secara bertahap. Sejauh ini Kementerian Sosial (Kemensos) RI tengah melakukan penjaringan.
Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf mengatakan, perekrutan guru dan tenaga penunjang untuk keamanan dan kebersihan tengah dilakukan. Penjaringan dilaksanakan serentak secara nasional. Selama penjaringan berlangsung, kebutuhan guru dan tenaga lainnya dibantu oleh pemerintah daerah (pemda).
Menurutnya, ada masa transisi selama tiga sampai enam bulan, sampai tahap perekrutan selesai. Selama itu, Pemkot akan membantu menyiapkan sesuai yang dibutuhkan SR. Baik guru yang akan mengajar, tenaga kebersihan, hingga sekuriti.
“Selama masa transisi, seluruh kebutuhan SR akan dipenuhi dan dibantu Pak Wali Kota (Pemkot). Masa transisi ini sekitar tiga sampai enam bulan," jelas Gus Ipul.
Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo mengatakan, Pemkot siap membantu. Selama masa transisi, kebutuhan guru akan dipenuhi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kota Pasuruan.
“Kami siap membantu selama masa transisi. Ini komitmen Pemkot untuk menyukseskan program nasional," ujarnya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pasuruan Yudi Andi Prasetya mengatakan, kebutuhan guru SR tahun ini mencapai 23 orang. Jenjang SD sebanyak empat guru kelas dan 19 guru mata pelajaran untuk jenjang SMA. Sementara, jenjang SMP telah mencukupi.
“Yang butuh pengadaan guru jenjang SD dan SMA,” ujarnya. (riz/rud)
Editor : Fahreza Nuraga