Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kebut Aplikasi Angkutan Wisata Kota Pasuruan

Fahrizal Firmani • Minggu, 19 Juli 2026 | 10:00 WIB
TRANSFORMASI: Deretan angkot yang melintas di Alun-Alun Kota Pasuruan. Pemkot memiliki gagasan besar, untuk memaksimalkan armada tersebut. (Mokhammad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo
TRANSFORMASI: Deretan angkot yang melintas di Alun-Alun Kota Pasuruan. Pemkot memiliki gagasan besar, untuk memaksimalkan armada tersebut. (Mokhammad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo

PASURUAN, Radar Bromo – Pemerintah Kota Pasuruan terus mematangkan rencana transformasi angkutan kota (angkot), menjadi armada angkot wisata.

Sebagai langkah nyata, Pemkot melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) kini tengah mengebut pembuatan aplikasi digital pendukung. Saat ini, progres pengerjaan sistem tersebut telah melampaui 50 persen.

Kepala Diskominfotik Kota Pasuruan, Andriyanto, menuturkan inovasi digital ini, menjadi solusi konkret untuk menghidupkan kembali eksistensi angkot di Kota Pasuruan.

Aplikasi ini nantinya, mengadopsi konsep yang serupa dengan platform ojek online.

Kehadirannya akan memudahkan masyarakat maupun wisatawan yang ingin memesan angkot, untuk bepergian atau menjelajahi destinasi lokal.

Sejumlah paket wisata tematik menarik telah disiapkan di dalam aplikasi, untuk memanjakan para wisatawan lokal.

Baca Juga: Paket Wisata Angkot di Kota Pasuruan Tunggu Aplikasi, Begini Respons DPRD

Rute yang ditawarkan, mencakup kawasan tematik Makkah, Alun-alun Kota, Taman Tematik Mebel Bukir, hingga ikon populer Payung Madinah.

Tidak hanya rute, aplikasi tersebut juga akan menampilkan transparansi tarif perjalanan secara jelas.

"Pengembangan aplikasi untuk angkutan wisata ini, sedang intensif digarap. Begitu rampung, sistem akan langsung diuji cobakan kepada para sopir angkot dan masyarakat," ujar Andriyanto.

Langkah digitalisasi ini mendapat respons positif dari pihak legislatif. Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan, Suci Mardiko, menilai dukungan aplikasi ini, dapat mendongkrak kelas angkot menjadi moda transportasi massal, yang lebih modern dengan kualitas pelayanan yang jauh lebih baik.

Pria yang akrab disapa Koko ini menambahkan, angkot memiliki keunggulan komparatif.

Karena mampu memuat 10 orang atau lebih, dalam sekali perjalanan. Kapasitas besar ini, membuat tarifnya jauh lebih murah dan terjangkau bagi rombongan wisatawan, jika dibandingkan dengan kendaraan berbasis online lainnya yang kapasitas penumpangnya terbatas.

"Kami terus mendorong angkot menjadi transportasi massal yang murah bagi masyarakat, namun tetap didukung oleh layanan yang prima lewat integrasi aplikasi ini," tandas Koko. (riz/one)

 

Transformasi Digital Menjadi Angkutan Wisata

 Baca Juga: Dishub Kota Pasuruan Kaji Penggunaan Kupon untuk Optimalkan Angkot Jadi Angkutan Pelajar 

Editor : Moch Vikry Romadhoni
angkot digitalisasi wisata armada alun-alun