PASURUAN, Radar Bromo – Pemerintah Kota Pasuruan terus mematangkan rencana transformasi angkutan kota (angkot), menjadi armada angkot wisata.
Sebagai langkah nyata, Pemkot melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) kini tengah mengebut pembuatan aplikasi digital pendukung. Saat ini, progres pengerjaan sistem tersebut telah melampaui 50 persen.
Kepala Diskominfotik Kota Pasuruan, Andriyanto, menuturkan inovasi digital ini, menjadi solusi konkret untuk menghidupkan kembali eksistensi angkot di Kota Pasuruan.
Aplikasi ini nantinya, mengadopsi konsep yang serupa dengan platform ojek online.
Kehadirannya akan memudahkan masyarakat maupun wisatawan yang ingin memesan angkot, untuk bepergian atau menjelajahi destinasi lokal.
Sejumlah paket wisata tematik menarik telah disiapkan di dalam aplikasi, untuk memanjakan para wisatawan lokal.
Baca Juga: Paket Wisata Angkot di Kota Pasuruan Tunggu Aplikasi, Begini Respons DPRD
Rute yang ditawarkan, mencakup kawasan tematik Makkah, Alun-alun Kota, Taman Tematik Mebel Bukir, hingga ikon populer Payung Madinah.
Tidak hanya rute, aplikasi tersebut juga akan menampilkan transparansi tarif perjalanan secara jelas.
"Pengembangan aplikasi untuk angkutan wisata ini, sedang intensif digarap. Begitu rampung, sistem akan langsung diuji cobakan kepada para sopir angkot dan masyarakat," ujar Andriyanto.
Langkah digitalisasi ini mendapat respons positif dari pihak legislatif. Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan, Suci Mardiko, menilai dukungan aplikasi ini, dapat mendongkrak kelas angkot menjadi moda transportasi massal, yang lebih modern dengan kualitas pelayanan yang jauh lebih baik.
Pria yang akrab disapa Koko ini menambahkan, angkot memiliki keunggulan komparatif.
Karena mampu memuat 10 orang atau lebih, dalam sekali perjalanan. Kapasitas besar ini, membuat tarifnya jauh lebih murah dan terjangkau bagi rombongan wisatawan, jika dibandingkan dengan kendaraan berbasis online lainnya yang kapasitas penumpangnya terbatas.
"Kami terus mendorong angkot menjadi transportasi massal yang murah bagi masyarakat, namun tetap didukung oleh layanan yang prima lewat integrasi aplikasi ini," tandas Koko. (riz/one)
Transformasi Digital Menjadi Angkutan Wisata
- Progres Aplikasi: Pembuatan sistem digital oleh Diskominfotik sudah di atas 50%.
- Konsep Layanan: Mirip ojek online, memudahkan pesan armada lewat ponsel.
- Rute Tematik: Melayani rute Alun-alun, Payung Madinah, Kawasan Makkah, dan Mebel Bukir.
- Keunggulan: Tarif lebih murah dan muat banyak (10 penumpang atau lebih).
- Target Utama: Menghidupkan kembali angkot dan memanjakan wisatawan publik.
Baca Juga: Dishub Kota Pasuruan Kaji Penggunaan Kupon untuk Optimalkan Angkot Jadi Angkutan Pelajar
Editor : Moch Vikry Romadhoni