PASURUAN, Radar Bromo – Aktivitas melaut di perairan Pasuruan diperkirakan masih berlangsung cukup kondusif dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang di wilayah tersebut masih berada di bawah satu meter selama periode 16-20 Juli.
Meski demikian, nelayan dan pengguna jasa transportasi laut diminta tidak lengah. Terutama potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Informasi Tinggi Gelombang Jawa Timur yang diterbitkan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya menyebutkan, tinggi gelombang di Perairan Pasuruan pada 16 Juli diprakirakan mencapai 0,55 meter.
Kemudian pada 17 Juli berada di kisaran 0,52-0,62 meter, 18 Juli 0,52-0,57 meter, 19 Juli 0,50-0,56 meter, dan 20 Juli 0,56-0,65 meter.
Angka tersebut menjadi salah satu yang terendah dibandingkan sejumlah wilayah perairan lain di Jawa Timur. Seperti Perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, hingga Banyuwangi yang diprakirakan memiliki gelombang berkisar 1,9 hingga lebih dari 2,5 meter.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi, mengatakan kondisi gelombang yang relatif rendah di Perairan Pasuruan memang cukup mendukung aktivitas nelayan. Namun, hal itu bukan berarti masyarakat dapat mengabaikan informasi cuaca sebelum berlayar.
"Untuk wilayah Perairan Pasuruan, tinggi gelombang memang masih tergolong rendah. Meski begitu, nelayan maupun operator kapal tetap kami imbau agar selalu memantau perkembangan prakiraan cuaca dan gelombang karena kondisi di laut dapat berubah dengan cepat," ujarnya.
Menurut Rendy, salah satu faktor yang perlu diwaspadai adalah munculnya awan cumulonimbus (Cb). Awan tersebut dapat memicu peningkatan kecepatan angin yang berdampak pada kenaikan tinggi gelombang di laut.
"Keberadaan awan cumulonimbus yang luas dan berwarna gelap dapat menambah kecepatan angin sekaligus meningkatkan tinggi gelombang. Karena itu, penting bagi masyarakat pesisir untuk terus memperbarui informasi cuaca dari BMKG sebelum beraktivitas di laut," tambahnya.
Selain perairan Pasuruan, sejumlah wilayah lain di sekitar Pantura Jawa Timur juga diprakirakan memiliki gelombang relatif rendah. Di antaranya Perairan Probolinggo berkisar 0,45-0,74 meter, Perairan Sidoarjo 0,43-0,59 meter, Perairan Surabaya-Bangkalan 0,35-0,63 meter, Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) 0,43-0,52 meter, serta Perairan Selatan Pamekasan 0,37-0,60 meter.
Sementara itu, gelombang di Perairan Masalembo diprakirakan menurun dari 1,50 meter pada 16 Juli menjadi 1,01-1,11 meter pada 20 Juli. Perairan Bawean, Kangean, Sapudi, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep bagian utara juga cenderung mengalami tren penurunan tinggi gelombang selama lima hari ke depan.
BMKG berharap masyarakat, khususnya nelayan di Kabupaten dan Kota Pasuruan, tidak hanya melihat tinggi gelombang, tetapi juga memperhatikan perkembangan cuaca harian. Dengan begitu, potensi risiko saat beraktivitas di laut dapat diminimalkan. (zen/fun)
Editor : Abdul Wahid