PASURUAN, Radar Bromo - Berkah musim kemarau yang datang lebih dini, mulai dirasakan oleh para petani garam di Kota Pasuruan.
Akibat cuaca panas yang stabil, para petani dapat memulai masa panen lebih cepat, dari biasanya.
Selama periode Mei hingga Juni saja, total produksi garam di wilayah setempat sudah menyentuh angka 99 ton.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, Muallif Arif, mengungkapkan percepatan musim panen ini, merupakan dampak langsung dari iklim tahun ini.
Jika pada tahun lalu musim kemarau baru dimulai pada bulan Juli, tahun ini para petani sudah bisa memproduksi garam sejak bulan Mei.
"Petani sudah panen saat Mei dan Juni. Ini dampak dari musim kemarau yang datang lebih awal dari tahun lalu," ujar pria yang akrab disapa Ayik tersebut.
Melihat tren positif pada awal musim ini, Pemerintah Kota Pasuruan optimistis target produksi garam tahun ini, dapat melonjak signifikan dan menyamai kesuksesan capaian pada tahun 2023 yang menembus 6.568 ton.
Sebagai catatan, produksi garam sempat mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir.
Yakni sebesar 5.967 ton pada tahun 2024 dan merosot ke angka 4.832 ton pada tahun 2025.
Optimisme ini dinilai realistis, mengingat saat ini masih banyak petani garam di beberapa Kawasan, yang belum memasuki masa panen raya.
Terlebih lagi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, puncak musim kemarau tahun ini baru akan terjadi pada Agustus dan September mendatang, dengan intensitas panas yang lebih lama.
"Produksi garam itu sangat bergantung pada cuaca panas. Insya Allah bisa menyamai perolehan tahun 2023, mengingat saat ini musim kemarau belum mencapai puncaknya," imbuh Ayik.
Untuk diketahui, aktivitas produksi garam di Kota Pasuruan saat ini, tersebar di tiga wilayah kecamatan utama, melalui kelompok Usaha Garam Rakyat (Kugar).
Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Panggungrejo dengan empat Kugar di atas lahan seluas 71,32 hektare, Kecamatan Bugulkidul dengan satu Kugar seluas 23,37 hektare, serta Kecamatan Gadingrejo dengan satu Kugar yang memiliki luas lahan 13,3 hektare. (riz/one)
PRODUKSI GARAM KOTA PASURUAN BERPOTENSI MELEJIT
Capaian Awal dan Dampak Cuaca
· Produksi (Mei–Juni): 99 Ton dalam 2 bulan terakhir.
· Panen Lebih Awal: Mulai Mei (Tahun lalu baru dimulai Juli).
· Penyebab: Musim kemarau dan cuaca panas yang datang lebih cepat.
· Prediksi Puncak Kemarau: Agustus dan September (Potensi panas lebih lama).
Perbandingan Tren Produksi Garam Tahunan
· 2023: 6.568 Ton (Target optimis tahun ini)
· 2024: 5.967 Ton
· 2025: 4.832 Ton
Peta Sebaran Lahan Produksi Garam
· Kecamatan Panggungrejo: 4 Kugar, Luas Lahan 71,32 Hektare
· Kecamatan Bugulkidul: 1 Kugar, Luas Lahan 23,37 Hektare (Produksi: 781 Ton)
· Kecamatan Gadingrejo: 1 Kugar, Luas Lahan 13,3 Hektare
Editor : Jawanto Arifin