PASURUAN, Radar Bromo - Pemerintah Kabupaten Pasuruan mulai menyiapkan delegasi, untuk mengikuti penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026.
Kick off penilaian inovasi daerah, digelar dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), puskesmas, kecamatan, hingga satuan pendidikan yang telah memiliki inovasi pelayanan publik.
Sosialisasi dibagi dalam dua tahap. Senin (13/7), Bapperida mengundang OPD, camat, dan puskesmas.
Sehari berikutnya, Selasa (14/7), kegiatan dilanjutkan dengan peserta dari kalangan sekolah.
Kepala Bidang Inovasi dan Riset Bapperida Kabupaten Pasuruan Rosalina Yunita Chandra mengatakan, seluruh mekanisme penilaian telah memiliki dasar hukum melalui peraturan bupati.
Tahapan ini menjadi pintu awal untuk menentukan inovasi terbaik yang akan mewakili Kabupaten Pasuruan pada ajang IGA tingkat Jawa Timur hingga nasional.
"Melalui kick off ini kami ingin memastikan seluruh perangkat daerah memahami indikator penilaian sekaligus segera menyiapkan dokumen inovasinya sejak awal," katanya.
Yunita menjelaskan, inovasi yang bisa diikutsertakan merupakan inovasi yang masih relevan dan terus dikembangkan.
Penilaian tahun ini difokuskan pada inovasi yang berjalan, pada 2024 dan 2025.
Menurut dia, inovasi yang telah diterapkan sejak 2023 tetap dapat diajukan, tetapi harus disertai pembaruan. Sebab, sebuah inovasi memiliki siklus penilaian.
"Kalau inovasi sudah berjalan dua tahun tanpa pembaruan, maka tidak lagi dinilai sebagai inovasi. Karena itu harus terus dikembangkan agar manfaatnya semakin besar dan tetap sesuai dengan kebutuhan," ujarnya.
Pendaftaran dibuka hingga 8 Agustus. Namun, Bapperida meminta seluruh peserta menyerahkan dokumen paling lambat 23 Juli.
Tenggat itu diberikan, agar tim memiliki waktu melakukan koreksi dan penyempurnaan, sebelum berkas dikirim ke pemerintah pusat.
"Kami sepakati tanggal 23 Juli seluruh dokumen sudah masuk. Setelah itu masih ada waktu untuk koreksi sehingga ketika batas akhir pengiriman tiba, seluruh persyaratan sudah lengkap," jelas Rosalina.
Ia mengimbau, seluruh peserta tidak menunda penyusunan dokumen. Tahap awal yang perlu disiapkan adalah profil inovasi, kemudian dilanjutkan dengan pemenuhan seluruh indikator penilaian.
"Kami berharap setelah sosialisasi ini peserta langsung bekerja. Susun dulu profil inovasinya, kemudian lengkapi indikator-indikator yang dipersyaratkan agar peluang lolos semakin besar," bebernya. (tom/one/*)
Editor : Jawanto Arifin