PASURUAN, Radar Bromo - Alokasi anggaran untuk program peningkatan keterampilan masyarakat di Kota Pasuruan, mengalami penurunan signifikan pada tahun ini.
Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja (Diskopnaker) Kota Pasuruan mencatat, anggaran pelatihan kerja dari APBD 2026 kini hanya sebesar Rp1,3 miliar. Merosot dibanding tahun lalu yang menyentuh angka Rp2 miliar.
Meski begitu, Diskopnaker memastikan pelaksanaan pelatihan kerja siap digulirkan mulai bulan ini.
Pihak dinas harus menerapkan skala prioritas dan pembatasan ketat, agar program tetap berjalan efektif.
Kabid Tenaga Kerja Diskopnaker Kota Pasuruan, Dedi Mulyadi, menjelaskan keterbatasan ini membuat pelaksanaan pelatihan, terpaksa dilakukan secara bertahap. Untuk bulan ini, baru dua program utama yang akan dibuka, sementara sisa program lainnya harus mengantre pada bulan depan.
"Bulan ini dua pelatihan dulu, yakni Desain Komunikasi Visual (DKV) dan pengoperasian forklift. Pelatihan lainnya dilakukan bulan depan, waktunya menyesuaikan kesiapan narasumber," ujar Dedi.
Dedi menambahkan, beberapa kelas keterampilan yang dijadwalkan menyusul di antaranya adalah desain grafis, Make Up Artist (MUA), dan barista.
Keterbatasan anggaran juga berdampak langsung pada kuota peserta. Setiap jenis pelatihan terpaksa dibatasi ketat, hanya untuk 20 sampai 30 peserta saja, melalui sistem seleksi tes masuk yang ketat.
Program pelatihan yang berlangsung antara dua pekan hingga satu bulan ini, ditargetkan khusus bagi warga Kota Pasuruan usia produktif, yang belum bekerja dan belum pernah mendapatkan bantuan pelatihan sebelumnya.
Kriteria ketat ini diambil demi memastikan serapan anggaran yang bersumber dari APBD tersebut, tepat sasaran.
Selama masa pelatihan, para peserta yang lolos seleksi tetap akan mendapatkan fasilitas uang transportasi, sebesar Rp50 ribu per hari kerja.
Melalui efisiensi anggaran ini, Diskopnaker berharap, kualitas keluaran pelatihan tetap terjaga demi menekan angka pengangguran di Kota Pasuruan. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin