Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Niat Menolong, Pelajar asal Winongan Pasuruan Ini Malah Kehilangan Motor

Fuad Alyzen • Senin, 6 Juli 2026 | 23:50 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PASURUAN, Radar Bromo - Nasib malang menimpa MDF, seorang pelajar berusia 16 tahun asal Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan.

Berniat tulus ingin membantu orang asing yang kesusahan, remaja polos ini justru menjadi korban penipuan jalanan.

Akibat kepolosannya, ia harus kehilangan sepeda motor Honda Vario 125 kesayangannya dan sebuah ponsel, dengan total kerugian menembus Rp27,5 juta.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Minggu (5/7) sore, di Jalan Raya Mendalan, Kecamatan Winongan.

Hari yang seharusnya berjalan biasa bagi MDF, berubah menjadi kejadian tak mengenakkan.

Insiden bermula, saat ia berjalan pulang berboncengan bersama temannya, AFH, 14.

Di tengah jalan, laju motornya mendadak dipepet oleh dua pria, yang mengendarai Fazzio hitam.

Kepada korban, terduga pelaku menyampaikan kalimat hendak bertanya. Sehingga, membuat korban memilih untuk menepi dan menghentikan laju motornya.

Di sinilah sandiwara dimulai. Terduga pelaku melancarkan trik licik, dengan pura-pura meminta bantuan.

Terduga pelaku mengaku kebingungan mencari adiknya dan meminta korban, membantu menjelaskan masalah tersebut kepada pamannya yang dipanggil "Pakde".

Karena rasa kemanusiaan, korban menyanggupi untuk ikut dibonceng pelaku mencari rumah sang "Pakde".

Sebelum naik ke motor pelaku, korban dengan sangat hati-hati menitipkan kunci motor Vario beserta ponsel Vivo Y36 miliknya, kepada temannya yang menunggu di lokasi.

Namun, setelah diajak berputar-putar tak tentu arah, korban justru diturunkan telantar di area pemakaman umum yang sepi.

Terduga pelaku kemudian kabur dan meninggalkan korban sendirian di kuburan, dengan alasan ingin menjemput kakaknya.

Setelah lama menunggu dalam kebingungan, korban akhirnya tersadar dan terpaksa berjalan kaki cukup jauh, kembali ke titik awal.

Rasa lelahnya berubah menjadi syok berat, saat mendapati tempat semula sudah kosong melompong.

Sepeda motor dan ponsel miliknya, telah digondol terduga pelaku lain yang berjaga di sana, setelah sebelumnya membohongi teman korban, dengan alasan ingin menyusul ke kuburan.

Seketika itu juga, ia menangis histeris di pinggir jalan, sebelum akhirnya ditolong warga untuk menghubungi orang tua.

Hari itu, korban tidak hanya kehilangan harta benda berharga milik keluarga yang nilainya sangat besar bagi seorang pelajar, namun juga mengalami trauma mendalam akibat kepercayaan dirinya yang dimanfaatkan secara culas.

Kapolsek Winongan AKP Nanang Abidin, membenarkan kejadian yang menimpa pelajar malang tersebut.

"Laporan sudah kami terima. Kasihan korban, niat baiknya dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Saat ini, kami sedang bekerja keras mengejar kedua pelaku," ujarnya.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi para orang tua, untuk lebih ketat menjaga anak-anak mereka. Agar tidak mudah teperdaya, oleh modus kemanusiaan palsu di jalanan. (zen/one)

Editor : Jawanto Arifin
#motor #penipuan #pencurian #pelajar