WINONGAN, Radar Bromo – Misteri kematian Rasmono, 57, sopir truk asal Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, mulai menemui titik terang. Almarhum Rasmono yang ditemukan meninggal di dalam kabin truknya di area parkir PT Cahaya Indah, Desa Jeladri, Kecamatan Winongan, dipastikan karena sakit.
Polisi sudah melakukan serangkaian pemeriksaan. Hasilnya, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.
Kapolsek Winongan AKP Nanang Abidin mengatakan, hasil pemeriksaan medis dan keterangan para saksi tidak mengarah pada dugaan tindak pidana.
“Dari hasil pemeriksaan dokter tidak ditemukan gejala-gejala sakit. Selain itu, tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban,” ujarnya.
Nanang menjelaskan, korban sebelumnya ditemukan meninggal dunia di dalam kabin truk yang terparkir di area PT Cahaya Indah pada Minggu (21/6) sekitar pukul 07.00. Saat itu, rekan korban bernama Rusiyanto berusaha menghubunginya namun tidak mendapat jawaban.
Merasa curiga, saksi kemudian mendatangi truk korban dan mendapati pria 57 tahun tersebut dalam posisi terbaring.
Awalnya korban dikira masih tidur. Namun setelah diperiksa bersama saksi lainnya, M. Taufik Khidayat, korban diketahui sudah meninggal dunia.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Polsek Winongan. Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, serta mengevakuasi korban ke RSUD Grati untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Meski penyebab pasti kematian belum diketahui karena pihak keluarga tidak menghendaki autopsi, hasil penyelidikan sementara tidak menemukan indikasi adanya unsur pidana.
“Tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Sejauh ini hasil pemeriksaan mengarah tidak ada unsur tindak pidana,” tegas Nanang.
Dengan hasil pemeriksaan tersebut, kepolisian menyatakan penanganan kasus kematian sopir truk tersebut telah selesai dan tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan selama proses penyelidikan berlangsung. (zen/fun)
Editor : Fandi Armanto