PASURUAN, Radar Bromo–Ratusan warga memadati Car Free Day (CFD) perdana di Alun-Alun Kota Pasuruan, Minggu (5/7). Tak hanya menjadi ruang olahraga baru, kegiatan itu langsung menggerakkan ekonomi warga setelah 100 lapak UMKM ludes diserbu pembeli hanya dalam tiga jam.
Alun-Alun sendiri resmi menjadi lokasi CFD kedua di kota Pasuruan, kemarin setelah jalan Sultan Agung.
CFD perdana ini dimulai sejak pukul 05.30. Ratusan masyarakat antusias mengikuti CFD dengan memadati alun alun sejak pukul 05.00.
Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo membuat CFD ini. Dia lantas menyempatkan diri senam bersama warga yang datang.
Tidak hanya mengikuti senam, masyarakat yang datang ke CFD juga bisa menyaksikan dan mencoba sejumlah permainan. Seperti bantengan.
Masyarakat yang suka hewan juga bisa foto dengan reptil atau hewan unik lainnya. Selain itu, ada 100 lapak UMKM yang menjual sejumlah makanan dan minuman (mamin) yang bisa dicoba.
Baca Juga: Tiga Betor Diamankan saat Petugas Gabungan Gelar Razia di Alun-alun Pasuruan
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan, Hermanto menuturkan, CFD di alun-alun merupakan usulan dari Dishub.
Salah satu pertimbangannya, alun alun selalu ramai saat minggu pagi. Banyak masyarakat yang jalan-jalan bersama keluarga, hingga berolahraga di seputar Jalan Wahid Hasyim.
"CFD di alun-alun bisa mendorong gaya hidup yang lebih sehat, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar," terang mantan Camat Panggungrejo ini.
Usulan itu juga didukung Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja (Diskopnaker) hingga Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora). Ada 100 pelaku UMKM yang ikut serta dalam CFD perdana itu.
Masyarakat yang datang pun antusias. Sebab, memang baru pertama kali digelar CFD di alun-alun.
"Sekitar jam delapan pagi, dagangan UMKM sudah habis terjual. Ke depannya kami mendorong agar bisa semakin banyak UMKM yang terlibat," katanya.
Hermanto juga berkeinginan CFD ini diadakan rutin setiap pekan. Tujuannya agar masyarakat terbiasa dengan kegiatan ini.
"Pekan ini kami akan melakukan rapat evaluasi. Tujuannya agar pelaksanaan CFD berikutnya bisa lebih baik," jelas Hermanto.
Ketua Komisi III DPRD kota Pasuruan, Suci Mardiko menuturkan, pihaknya mendukung penuh CFD yang berlangsung di alun-alun.
Kegiatan ini bisa memberikan efek pengganda bagi ekonomi masyarakat. Banyak pelaku UMKM yang terimbas ramai karena dibeli masyarakat.
"Namun tetap perlu diperhatikan. Jangan sampai malah menimbulkan masalah baru. Karena CFD, gerobak UMKM ditinggal di seputar alun alun," jelas politisi PKS ini.
Kurnia Assdin Maharani, salah seorang warga mengaku sangat senang digelarnya CFD di alun-alun kota. Katanya, CFD di lokasi kedua ini lebih semarak dibanding di Jalan Sultan Agung. Sebab areanya lebih luas.
"Saya jualan makanan di sini. Datang jam lima pagi dan jam delapan pagi, dagangan sudah habis. Harapannya bisa berlangsung rutin tiap pekan,” sebut Rani-sapaanya. (riz/hn)
Editor : Muhammad Fahmi