LEKOK, Radar Bromo-Insiden peluru nyasar ke rumah warga di Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan membuat TNI angkat bicara.
Paur PAM Puslatpur 3 Grati Letda Marinir Sutikno membenarkan bahwa pada Kamis (2/7) pagi berlangsung latihan menembak di kawasan Pusat Latihan Marinir Grati.
Materi latihan saat itu meliputi senapan SS1, senapan mesin JPMG, mortir 40 mm, dan mortir 81 mm.
Pihaknya sudah menerima informasi adanya peluru nyasar yang mengenai rumah warga di Desa Alastlogo. Pihaknya langsung memantau kejadian itu, dikhawatirkan ada korban.
Pihaknya melakukan pengamatan awal. Mulai dari laporan, termasuk video yang beredar.
Baca Juga: Peluru Nyasar Tembus Atap Rumah Warga Alastlogo Lekok Pasuruan, Jatuh di Dapur
“Dari pengamatan awal kami, bentuk lubang pada atap maupun proyektil yang ditemukan tidak identik dengan amunisi SS1, JPMG, mortir 40 mm, dan mortir 81 mm. Kalau memang peluru berasal dari tempat latihan, harusnya kerusakannya lebih besar, atap retak atau pecah,” ujar Sutikno.
“Pada kasus ini, menurut pengamatan kami, itu tidak terlihat. Proyektil yang diperlihatkan juga tidak sesuai dengan amunisi yang digunakan saat latihan," katanya.
Ia menegaskan, setiap latihan yang digelar selalu melalui perhitungan teknis. Mulai dari arah tembakan, jarak sasaran, hingga memperhatikan keberadaan permukiman warga.
"Dari dulu setiap latihan kami selalu mempertimbangkan arah dan jarak tembak. Kalau ada permukiman, tentu dipertimbangkan agar tidak sampai mengenai warga,” tuturnya.
Terkait proyektil yang ditemukan di rumah Sulihin, ia menilai benda tersebut perlu diperiksa lebih lanjut. Sebab selama ini, setiap ada informasi peluru nyasar, menurutnya, setelah dicek hasilnya tidak selalu sesuai dengan amunisi digunakan Puslatpur.
"Kalau melihat kondisinya (proyektil di rumah Sulihin, Red) yang masih tampak bersih, menurut kami perlu dilakukan pemeriksaan lebih mendalam untuk memastikan asal-usulnya," katanya.
Meski demikian, Sutikno mempersilakan masyarakat yang menemukan dugaan peluru nyasar untuk datang langsung ke Puslatpur 3 Grati. Sehingga nanti dapat diperiksa bersama kesesuaian proyektil yang ditemukan.
"Kalau memang itu diduga peluru milik TNI yang sedang latihan, silakan datang ke Puslatpur supaya kita cek bersama. Jangan langsung ramai di media sosial. Mari dibicarakan secara baik dan logis," ucapnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa latihan militer dilakukan mengarah ke permukiman. Menurutnya, pasukan latihan di area milik TNI yang sudah ditetapkan untuk latihan.
Di sekitar sana juga banyak masyarakat beraktivitas, sehingga aspek keselamatan menjadi perhatian utama.
Sutikno berharap, persoalan seperti ini tidak memicu kesalahpahaman. Apalagi selama ini, pihaknya akrab dengan masyarakat.
“Kalau ada persoalan, mari dikomunikasikan. Jangan muncul saling curiga atau terprovokasi informasi di media sosial yang justru mengadu domba. Kita semua ingin hidup rukun dan menjalankan tugas masing-masing," jelasnya. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi